Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan bahwa layanan publik di Taman Nasional (TN) dan Taman Wisata Alam (TWA) selama libur Lebaran akan berlangsung aman, nyaman, dan berkelanjutan, dengan menekankan prinsip zero waste dan zero accident.
Dilansir dari Jurnas.com Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, menyatakan bahwa seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen KSDAE di lapangan telah diinstruksikan untuk memperkuat pengamanan kawasan serta melakukan patroli rutin demi menjaga kelestarian hutan sepanjang masa libur panjang.
“Persiapan kami mengacu pada enam aspek utama, mulai dari pengaturan daya dukung daya tampung hingga penerapan pembayaran non-tunai (cashless payment). Kami ingin memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman wisata yang lancar dan aman,” ujar Setyawan dalam keterangan resmi dikutip Jumat (20/3).
Penggunaan teknologi digital seperti sistem booking online terbukti efektif mempercepat layanan di pintu masuk sekaligus mengurangi kepadatan pengunjung, sehingga prinsip zero accident dan kenyamanan wisatawan tetap menjadi prioritas utama kami,” tambahnya.
Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor jasa lingkungan, khususnya sebagai destinasi wisata alam di TN dan TWA. Saat ini terdapat 57 Taman Nasional dan 145 Taman Wisata Alam dengan total 580 pintu masuk.
Berdasarkan evaluasi libur Nyepi dan Lebaran 2025, tercatat 421.683 wisatawan berkunjung ke TN dan TWA, dengan puncak kunjungan terjadi pada H+3 Lebaran. Tingginya minat masyarakat juga berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp15,8 miliar. Aktivitas pendakian menjadi favorit, terutama di gunung-gunung seperti Leuser, Ciremai, Rinjani, dan Bukit Kaba.
Selain itu, kawasan konservasi kini menjadi lokasi populer untuk acara halal bi halal keluarga karena menghadirkan suasana alam terbuka sekaligus mengenalkan lingkungan kepada generasi muda.
Untuk menjaga kenyamanan pengunjung dan daya dukung ekosistem, pemerintah memberlakukan kebijakan operasional khusus selama libur Lebaran 2026. Beberapa Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) tetap dibuka, sementara sebagian lainnya ditutup demi keberlanjutan wisata alam. Data lengkap ODTWA yang dibuka dan ditutup bisa diakses melalui tautan https://bit.ly/BukaTutupKawasan2026.
Pengelola akan terus meningkatkan patroli sampah untuk mendukung gerakan zero waste. Pengunjung diminta disiplin membawa kembali sampah dan mematuhi panduan keselamatan dari petugas lapangan agar tercipta zero accident serta pengalaman wisata alam yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Kemenhut menjamin libur Idulfitri 2026, wisata alam tetap aman, nyaman, dan terkelola dengan baik, dengan penerapan prinsip zero waste dan zero accident.
Sumber Referensi
https://www.jurnas.com/artikel/1655686/libur-lebaran-2026-kemenhut-siapkan-layanan-wisata-alam-lancar-dan-aman/


Komentar