Berita Info
Beranda / Info / Haru! Upacara Perpisahan 3 Prajurit TNI di Lebanon: Jasa Mereka Akan Selalu Dikenang

Haru! Upacara Perpisahan 3 Prajurit TNI di Lebanon: Jasa Mereka Akan Selalu Dikenang

Haru! Upacara Perpisahan 3 Prajurit TNI di Lebanon: Jasa Mereka Akan Selalu Dikenang
Haru! Upacara Perpisahan 3 Prajurit TNI di Lebanon: Jasa Mereka Akan Selalu Dikenang

Upacara pelepasan dan penghormatan terakhir bagi ketiga personel TNI yang bertugas sebagai penjaga perdamaian Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon, berlangsung penuh haru.

Kepala Misi sekaligus Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, menyampaikan sambutan sebagai bentuk penghormatan terakhirnya dalam upacara tersebut. Sambutan diberikan sesaat sebelum ketiga jenazah dipulangkan ke Indonesia.

Dilansir dari Kompas.com Ketiga jenazah yang ditempatkan dalam tiga peti berbeda terlihat digotong oleh masing-masing empat prajurit. Peti kayu berwarna cokelat muda itu dilapisi dengan bendera Merah Putih.




Dalam sambutannya, Mayor Jenderal Diodato Abagnara menegaskan, tiga pasukan perdamaian dari Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tersebut adalah sosok pemberani.

“Mereka datang ke sini jauh dari rumah dengan satu tujuan untuk melayani perdamaian. Mereka melakukannya dengan keberanian. Mereka melakukannya dengan hormat. Mereka melakukannya sampai akhir,” kata Mayor Jenderal Diodato Abagnara dikutip dari tayangan YouTube UNIFIL, Jumat (3/4/2026).

Ia menambahkan, tidak ada kata-kata yang dapat menghapus rasa sakit keluarga dan semua pihak atas kehilangan besar ini. Namun ia menekankan bahwa ketiganya tidak dapat dilupakan setelah memberikan segalanya demi perdamaian. “Ketahuilah, mereka tidak akan dilupakan. Mereka akan tetap menjadi bagian dari misi ini, bagian dari kita semua,” jelas dia.




Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengorbanan mereka menjadi pengingat bagi seluruh prajurit UNIFIL tentang realitas menjaga perdamaian. UNIFIL, kata dia, adalah misi harapan sekaligus misi berisiko. Misi ini dijalankan oleh orang-orang seperti ketiga prajurit yang pemberani, berdedikasi, dan tidak mementingkan diri sendiri.

“Kita berutang kepada mereka kekuatan untuk meneruskan misi mereka dan untuk menghormati pengorbanan mereka melalui pengabdian kita. Mari kita perkuat komitmen kita untuk solidaritas dan perdamaian. Untuk mengenang mereka, kita bersatu. Untuk mengenang mereka, kita melanjutkan misi kita,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon adalah tiga prajurit yang gugur saat melaksanakan tugas di Lebanon.

Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan terkena serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026). Insiden itu terjadi di tengah laporan bentrokan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.



Table of Contents

Kesimpulan

Upacara perpisahan untuk tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon berlangsung haru, menegaskan bahwa pengorbanan dan jasa mereka untuk perdamaian tidak akan pernah terlupakan.

Sumber Referensi

https://nasional.kompas.com/read/2026/04/03/17243991/harunya-upacara-pelepasan-jenazah-3-prajurit-tni-di-lebanon-mereka-tidak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan