Berita Info Informasi
Beranda / Informasi / Guncangan Gempa Magnitudo 5,6 di Manado, Getaran Terasa Hingga Permukiman

Guncangan Gempa Magnitudo 5,6 di Manado, Getaran Terasa Hingga Permukiman

Guncangan Gempa Magnitudo 5,6 di Manado, Getaran Terasa Hingga Permukiman
Guncangan Gempa Magnitudo 5,6 di Manado, Getaran Terasa Hingga Permukiman

Warga Kota Manado, Sulawesi Utara, dikejutkan oleh gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang terjadi pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 09.35 Wita.

Meskipun kekuatannya tidak sebesar gempa tektonik yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) sebelumnya, guncangan tersebut tetap menimbulkan rasa khawatir di kalangan masyarakat.

“Ada tanah goyang (gempa bumi), terasa getarannya,” ujar warga Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Asrar.

Ia menjelaskan bahwa durasi gempa relatif singkat dan tidak sekuat kejadian sebelumnya, namun dirinya bersama warga lainnya tetap meningkatkan kewaspadaan.



“Kita tetap waspada, jangan sampai ada gempa susulan yang lebih kuat,” ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di wilayah Pantai Utara Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, dengan magnitudo terkini sebesar 5,6.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,19° LU ; 126,20° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 122 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 32 km,” ungkap Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault.



“Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Manado dan Bitung dengan skala intensitas IV MMI. Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah,” ujarnya.

Sementara itu, getaran juga dirasakan di Tondano, Kabupaten Minahasa, dan Minahasa Utara dengan intensitas III MMI, yang digambarkan seperti getaran akibat kendaraan berat yang melintas.

“Terasa getaran seakan akan truk berlalu,” ujarnya.

Rahmat Triyono menambahkan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.




Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi di Pulau Batang Dua pada 2 April 2026 pukul 06.48.14 Wita.

“Hingga pukul 09.35 Wita, 4 April 2026, total gempa bumi susulan yang tercatat mencapai 739 gempa bumi dengan magnitudo terbesar M 5.8 dan terkecil M 1,7,” ungkap dia.

Table of Contents

Kesimpulan

Semoga informasi ini dapat memberikan gambaran yang jelas dan membantu meningkatkan kesiapsiagaan kita semua.



Sumber Referensi

  • https://www.liputan6.com/regional/read/6309848/gempa-magnitudo-56-guncang-manado-sulut-warga-rasakan-getaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan