Berita Info
Beranda / Info / Garda Revolusi Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz Usai Ketegangan

Garda Revolusi Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz Usai Ketegangan

Garda Revolusi Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz Usai Ketegangan
Garda Revolusi Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz Usai Ketegangan

Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa mereka tengah menuntaskan persiapan untuk menerapkan kondisi operasional baru di Selat Hormuz, jalur laut vital bagi pasokan minyak dan gas dunia.

Selat Hormuz telah mengalami pembatasan yang signifikan sejak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel pecah pada akhir Februari lalu. Aktivitas pelayaran di rute strategis ini menurun tajam dalam beberapa bulan terakhir.

“Angkatan Laut IRGC sedang menyelesaikan persiapan operasional untuk rencana yang telah diumumkan oleh pemerintah Iran untuk tatanan baru di Teluk Persia,” kata Angkatan Laut IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (6/4/2026).




Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (5/4) waktu setempat, Angkatan Laut IRGC juga memperingatkan bahwa kondisi di Selat Hormuz “tidak akan pernah kembali ke status sebelumnya, terutama bagi AS dan Israel”.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memperbarui ancamannya untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan di wilayah Iran jika jalur pelayaran penting itu tidak dibuka kembali.

Sejak perang meletus pada 28 Februari, Iran hanya mengizinkan lalu lintas terbatas melalui jalur tersebut, yang mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Kantor berita Oman melaporkan pada Minggu (5/4) bahwa Iran dan Oman telah menggelar pembicaraan untuk mempermudah akses pelayaran melalui Selat Hormuz, yang sebagian ditutup akibat konflik.




Dalam beberapa pekan terakhir, anggota parlemen Iran mengusulkan penerapan tarif tol dan pajak bagi kapal-kapal yang melewati jalur perairan strategis ini.

Selat Hormuz, jalur penting untuk distribusi minyak dan gas global, terdampak oleh konflik berkelanjutan antara AS dan Israel melawan Iran. Sebelum pecahnya perang, sekitar 20 persen minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia melewati rute ini.

Sejak awal Maret, aktivitas pelayaran di jalur penting ini telah dibatasi secara efektif, menimbulkan dampak berat bagi berbagai negara akibat gangguan global, termasuk kenaikan biaya pengiriman dan harga minyak dunia.

Sejak pecahnya konflik akhir Februari, menurut intelijen maritim Kpler, perlintasan di Selat Hormuz menurun sekitar 95 persen, dengan efek yang dirasakan di seluruh pasar energi internasional.



Table of Contents

Kesimpulan

Garda Revolusi Iran tengah menyiapkan aturan operasional baru di Selat Hormuz yang diperkirakan akan mengubah kondisi jalur laut strategis tersebut dan tidak kembali seperti semula, terutama bagi AS dan Israel.

Sumber Referensi

https://news.detik.com/internasional/d-8431599/garda-revolusi-iran-bersiap-terapkan-tatanan-baru-di-selat-hormuz?page=2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan