Danke Rajagukguk dan Kasus Amsal Sitepu
Nama Danke Rajagukguk, Kepala Kejaksaan Negeri Karo, belakangan ramai diperbincangkan secara nasional. Sorotan publik muncul setelah dirinya dipanggil oleh Komisi II DPR RI terkait penanganan perkara dugaan korupsi proyek video profil desa yang menyeret Amsal Christy Sitepu.
Perkara Amsal Sitepu
Amsal Sitepu dituduh melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pembuatan video profil desa dengan nilai kerugian sekitar Rp202 juta. Proyek ini bermula dari proposal yang diajukan Amsal kepada sejumlah kepala desa di masa pandemi.
Meski demikian, Amsal bersikeras tidak bersalah dan sempat memperoleh dukungan dari Komisi III DPR RI. Berkat pembelaan tersebut, status penahanannya dialihkan oleh hakim PN Tipikor Medan sehingga ia tidak lagi mendekam di tahanan.
Hal ini pula yang membuat Danke Rajagukguk harus memberikan klarifikasi di Komisi III DPR RI.
Pemanggilan oleh DPR
Komisi III DPR RI kemudian meminta penjelasan langsung dari Danke Rajagukguk bersama Kepala Seksi Pidana Khusus. Rizaldi, Kasi Penkum Kejati Sumut, membenarkan bahwa keduanya dimintai keterangan mengenai penanganan perkara Amsal Sitepu.
Profil Danke Rajagukguk
Danke Rajagukguk, S.H., M.Si resmi menjabat sebagai Kajari Karo berdasarkan SK Nomor Kep IV-1425 Tahun 2025 yang ditandatangani Jaksa Agung Muda Pembinaan. Ia masuk ke lingkungan kejaksaan sejak lulus CPNS tahun 2007 dan melanjutkan pendidikan jaksa pada 2009.
Pelantikannya berlangsung pada 5 November 2025 di Kejati Sumut, Jalan AH Nasution Medan. Menariknya, ia tercatat sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi Kajari Karo, menggantikan Darwis Burhansyah yang dipindahkan ke Kejari Tanjung Perak, Jawa Timur. Namun, baru beberapa bulan menjabat, posisinya sudah diuji dengan munculnya kasus Amsal Sitepu.
Riwayat Karier
Sebelum menjabat di Karo, Danke pernah bertugas di Kejari Simalungun, Pematangsiantar, Subang, Gedung Bundar JAM Pidsus Kejagung, serta menjadi Koordinator di Kejati Kalimantan Barat.
Kekayaan dan Utang
Dalam laporan LHKPN per 3 Maret 2026, harta Danke tercatat minus Rp140 juta dengan utang mencapai Rp818,5 juta. Pada 2023, kekayaannya sempat mencapai Rp678 juta, namun terus menurun di tahun-tahun berikutnya. Rinciannya meliputi tanah dan bangunan Rp192 juta, kendaraan Rp470 juta (Suzuki Grand Vitara 2000 senilai Rp240 juta dan Mazda 2 tahun 2010 senilai Rp230 juta), kas Rp11,1 juta, serta harta bergerak lain Rp5 juta. Setelah dikurangi utang, total kekayaannya berada di posisi minus.


Komentar