Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan peringatan kepada 2.100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara itu, 1.789 SPPG lainnya dikenai penghentian operasional sementara karena belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Menurut Kepala BGN Dadan Hindayana, tindakan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar standar layanan tetap terpenuhi.
“Sebanyak 2.100 SPPG telah diberikan peringatan, sementara 1.789 lainnya dihentikan sementara (suspend) operasionalnya. Sebagian besar suspensi dilakukan, karena sejumlah SPPG belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” kata Dadan sebagaimana dikutip dari Antaranews, Kamis (2/4/2026).
Dadan menjelaskan, ada SPPG yang sudah mendaftar tetapi sertifikatnya belum diterbitkan dalam jangka waktu satu bulan. Ia menambahkan, meskipun layanan SPPG sudah baik, operasionalnya tetap bisa disuspensi jika SLHS belum diterbitkan.
“Suspensi dilakukan sementara hingga dokumen tersebut (SLHS) terbit. Nanti data ini berkembang, karena bisa saja dalam dua sampai tiga hari SLHS-nya keluar,” ucap Dadan.
Selain itu, faktor lain yang menyebabkan penghentian sementara adalah ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal). BGN meminta SPPG yang belum memiliki Ipal untuk segera membangunnya.
“Durasi suspensi bergantung pada kecepatan masing-masing unit dalam memenuhi persyaratan tersebut, yang diperkirakan berkisar antara satu hingga dua minggu,” ujar Dadan.
Sumber Referensi
- https://www.kompas.tv/nasional/660613/bgn-beri-peringatan-2-100-sppg-1-789-lainnya-dihentikan-sementara-operasionalnya-untuk-program-mbg


Komentar