“Pemerintah melalui Kementerian ESDM hingga saat ini belum memutuskan kebijakan terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kondisi ini dipengaruhi oleh harga minyak dunia yang masih mengalami fluktuasi.
Dilansir dari BeritaSatu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pihaknya masih dalam tahap penyelesaian kajian sebelum keputusan resmi diumumkan.
“Nanti kita akan menjelaskan di saat sudah melakukan penyelesaian exercise ya. Exercise sedikit lagi,” ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Ia juga meminta masyarakat untuk menunggu keputusan akhir, termasuk terkait waktu pengumuman kebijakan tersebut.
“Ya tunggu ya,” katanya singkat.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah sedang merumuskan formulasi terbaik bersama para badan usaha penyedia BBM agar kebijakan yang diambil tetap seimbang.
“Pembahasan ini tentu melibatkan badan swasta lainnya dan sampai dengan sekarang, kita lagi mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha, termasuk operator SPBU, sangat penting agar kebijakan tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi makro, tetapi juga kondisi nyata di lapangan, termasuk keberlanjutan usaha dan daya beli masyarakat.
Pemerintah juga berkomitmen menjaga keseimbangan antara stabilitas harga energi dan perlindungan masyarakat, baik pengguna BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Sebagai informasi, hingga saat ini harga BBM nonsubsidi yang dijual PT Pertamina (Persero) masih belum mengalami perubahan. Kebijakan serupa juga berlaku pada perusahaan swasta seperti Shell, BP, dan Vivo Energy.
“Nah tunggu (pembahasannya) sampai selesai, saya akan kabari,” pungkas Bahlil.”
Kesimpulan
Pemerintah masih mengkaji harga BBM nonsubsidi dan belum mengambil keputusan final, sehingga masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi.
Sumber Referensi
https://www.beritasatu.com/ekonomi/2983981/harga-bbm-nonsubsidi-masih-dikaji-bahlil-tunggu-keputusan-final


Komentar