Pakistan menaikkan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai langkah merespons lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Negara di Asia Selatan ini mengimpor sebagian besar minyak mentahnya dari kawasan Teluk, khususnya dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, melalui Selat Hormuz.
Sebagai respons terhadap penutupan Selat Hormuz yang mendorong harga minyak dunia naik, pemerintah Pakistan menaikkan harga bensin sebesar 43 persen dan solar hingga 55 persen.
Dilansir CNN, Jumat (3/4/2026), Menteri Energi Pakistan Ali Pervaiz Malik mengumumkan pada Kamis (2/3/2026) bahwa kenaikan tersebut membuat harga bensin menjadi 6,25 dollar AS (sekitar Rp 106.000) per galon dan solar sekitar 7 dollar AS (sekitar Rp 118.000) per galon.
“Kenaikan harga tak terhindarkan karena harga pasar internasional tak terkendali setelah perang AS-Iran,” kata Ali Pervaiz Malik.
Bulan sebelumnya, Pakistan telah menyesuaikan harga bensin dan solar sekitar 20 persen karena dampak kenaikan harga minyak global akibat perang di Iran.
Subsidi Untuk Ringankan Beban Masyarakat
Pengendara sepeda motor akan menerima subsidi sebesar 100 rupee Pakistan (sekitar Rp 6.000) per liter bahan bakar selama tiga bulan, dengan batas maksimal 20 liter per bulan.
Subsidi ini ditujukan untuk membantu petani kecil, pengendara sepeda motor, dan sektor transportasi barang maupun penumpang antar kota.
Menteri Keuangan Pakistan, Muhammad Aurangzeb, menyatakan pemerintah telah menyalurkan subsidi senilai 129 miliar rupee Pakistan (sekitar Rp 7,8 triliun) dalam tiga minggu terakhir.
Namun, kenaikan harga minyak global membuat pemerintah tidak mampu melanjutkan subsidi secara penuh.
“Oleh karena sumber daya terbatas dan belum ada tanda-tanda perang ini akan berakhir, tidak mungkin untuk melanjutkan subsidi secara menyeluruh,” kata Muhammad Aurangzeb.
Harga minyak AS melonjak lebih dari 11 persen pada Kamis (2/4/2026), sementara minyak Brent meningkat lebih dari 7 persen di tengah perdagangan yang bergejolak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer akan diperluas.
Sumber Referensi
- https://internasional.kompas.com/read/2026/04/03/172000070/pakistan-naikkan-harga-bbm-hingga-55-persen-akibat-perang-iran?source=headline


Komentar