Belakangan ini, isu kenaikan harga Pertamax kembali ramai diperbincangkan. Beberapa informasi yang beredar menyebut adanya lonjakan harga BBM non-subsidi dalam waktu dekat.
Perlu diketahui, kabar kenaikan harga ini belum tentu benar. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari pihak terkait mengenai perubahan harga BBM untuk periode terbaru.
Memahami fakta yang sebenarnya penting agar masyarakat tidak terjebak informasi yang belum diverifikasi.
Isu Kenaikan Harga Pertamax Yang Beredar
Beberapa dokumen yang viral di media sosial menyebutkan harga Pertamax melonjak cukup tinggi. Disebutkan, harga Pertamax naik sekitar Rp5.550 per liter, dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter.
Untuk Pertamax Turbo, informasi yang beredar bahkan menunjukkan kenaikan lebih besar:
- Harga lama: Rp13.100 per liter
- Kenaikan: Rp6.350 per liter
- Harga baru: Rp19.450 per liter
Kabar ini menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi pengguna kendaraan yang membutuhkan BBM dengan RON tinggi.
Namun, penting diingat bahwa informasi tersebut belum diverifikasi kebenarannya. Banyak konten di media sosial yang bisa menyesatkan.
Pernyataan Resmi Dari Pertamina
Menanggapi isu ini, PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait harga BBM non-subsidi untuk bulan April 2026.
Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina, mengimbau masyarakat untuk selalu merujuk pada sumber resmi agar tidak terpengaruh kabar yang belum jelas. Poin penting yang disampaikan Pertamina antara lain:
- Informasi harga yang beredar belum dapat dipertanggungjawabkan
- Belum ada keputusan final terkait penyesuaian harga
- Pengumuman resmi akan disampaikan melalui kanal resmi perusahaan
Pemerintah Pastikan Tidak Ada Penyesuaian Harga
Selain Pertamina, pemerintah juga menegaskan bahwa saat ini belum ada rencana menaikkan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan bahwa keputusan ini dibuat setelah mempertimbangkan berbagai masukan dan konsultasi dengan pihak terkait.
Artinya, kabar kenaikan harga Pertamax yang disebut akan terjadi pada 1 April 2026 tidak benar.
Dampak Potensial Kenaikan Harga BBM
Jika harga Pertamax benar-benar naik, dampaknya akan langsung terasa oleh pengguna kendaraan pribadi. Beberapa kemungkinan efeknya antara lain:
- Biaya Operasional Meningkat
Pengeluaran untuk bahan bakar sehari-hari akan bertambah, terutama bagi pengguna kendaraan dengan mobilitas tinggi. - Perubahan Pilihan BBM
Sebagian pengguna mungkin beralih ke BBM dengan RON lebih rendah atau mencari alternatif yang lebih ekonomis. - Kenaikan Biaya Barang dan Jasa
Kenaikan BBM berpotensi memicu biaya distribusi lebih tinggi, yang akhirnya berdampak pada harga barang dan jasa.
Cara Menghemat BBM di Tengah Isu Kenaikan
Agar pengeluaran tetap terkendali, berikut beberapa tips menghemat bahan bakar:
- Pastikan tekanan angin ban selalu ideal
- Hindari akselerasi dan pengereman mendadak
- Gunakan BBM sesuai rekomendasi kendaraan
- Lakukan servis rutin kendaraan
- Kurangi muatan berlebih
Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa lebih tenang menghadapi kabar kenaikan harga Pertamax yang beredar.
Kesimpulan
Semoga informasi ini dapat membantu kamu memahami fakta seputar isu kenaikan harga Pertamax. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan harga BBM non-subsidi, sehingga penting untuk selalu merujuk pada sumber terpercaya sebelum mempercayai kabar yang beredar.
Sumber Referensi
- https://moladin.com/news/pemerintah-bantah-kenaikan-harga-pertamax/


Komentar