Cara Mengajukan Perbaikan Data DKTS
Tidak sedikit warga yang mengeluhkan namanya hilang dari daftar penerima bantuan sosial (bansos), padahal kondisi ekonomi mereka belum berubah.
Dalam banyak kasus, penyebabnya bukan karena dicoret oleh pemerintah, melainkan karena data kependudukan yang tidak sinkron di sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Banyak masyarakat yang bingung harus bagaimana ketika melakukan cek data diri di DTKS dan namanya tercantum di data tersebut dengan mengidentifikasi umur yang sesuai dan tidak ada nama yang sama lagi dengan dirinya dalam satu wilayah tersebut namun belum menerima bansos atau saldo rekening bansosnya masih kosong.
Berikut ini beberapa masalah yang dapat kita rangkum beserta langkah penyelesainnya:
Langkah-langkah mengajukan perbaikan data
Untuk mengajukan perbaikan data jika tidak terdaftar di DTKS, Anda perlu mengikuti langkah-langkah berikut:
- Periksa data Anda di situs cekbansos.kemensos.go.id untuk mengetahui status NIK Anda.
- Datangi kantor kelurahan atau desa di wilayah domisili Anda.
- Sampaikan kepada petugas bahwa data Anda tidak terdaftar di DTKS dan ajukan permohonan untuk diperbarui atau ditambahkan.
- Siapkan dokumen pendukung seperti KTP, KK, dan dokumen lain yang relevan untuk verifikasi data.
- Ikuti proses selanjutnya yang mungkin melibatkan musyawarah desa (musdes) atau verifikasi data oleh petugas.
- Pantau secara berkala status data Anda melalui situs Cek Bansos Kemensos
Hal-hal penting yang perlu diperhatikan saat pengajuan
- Pastikan data Anda di Dukcapil sudah valid, karena data bansos merujuk pada database Dukcapil.
- Jika ada ketidaksesuaian, Anda mungkin perlu memperbaikinya terlebih dahulu di Dukcapil, seperti NIK ganda, dengan membawa dokumen lengkap.
- Proses ini akan melibatkan pembaruan data melalui operator desa/kelurahan, yang akan meneruskannya ke sistem seperti SIKS-NG untuk divalidasi lebih lanjut oleh Kemensos
Perbaikan data DTKS bukan hanya kewajiban administratif, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial bersama.
Sistem digital memungkinkan bantuan menjadi lebih tepat sasaran, namun keberhasilannya tetap bergantung pada partisipasi masyarakat dalam memastikan data mereka benar dan terbaru.
Kesimpulan
Dengan pembaruan rutin, transparansi publik, dan pengawasan sosial, bantuan sosial di Indonesia bisa berjalan lebih adil, cepat, dan tepat.




