Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan tulang punggung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan memastikan setiap anak dan warga mendapatkan asupan gizi seimbang.
Bagi Anda yang tertarik bergabung, mengetahui rincian gaji, posisi, dan struktur kerja di dapur MBG sangat penting agar bisa menyesuaikan ekspektasi sebelum melamar.
Kisaran Gaji Staf Dapur MBG
Gaji atau honor pegawai SPPG tidak bersifat tetap nasional, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor penting:
- Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK/UMP) di lokasi dapur beroperasi.
- Standar jabatan dan tanggung jawab pekerjaan.
- Beban kerja yang ditanggung tiap posisi.
- Ketentuan penyelenggara setempat atau pengelola dapur MBG.
Berdasarkan data nasional yang dikutip dari metrotvnews, berikut estimasi gaji SPPG per posisi:
- Supervisor Dapur MBG: Rp 4.000.000 – Rp 7.000.000 per bulan
Bertugas mengawasi seluruh operasional dapur, termasuk tim produksi, distribusi, dan sanitasi. Supervisor bertanggung jawab memastikan makanan sesuai standar gizi, kebersihan, dan tepat waktu. - Juru Masak Utama / Tim Produksi: Rp 3.000.000 – Rp 5.000.000 per bulan
Posisi ini memegang peran penting dalam menyiapkan menu bergizi, mengatur resep, serta memimpin asisten koki. Gaji tergantung pengalaman dan kapasitas dapur. - Tim Distribusi / Driver Logistic: Rp 2.500.000 – Rp 4.500.000 per bulan
Bertugas mengantarkan makanan ke lokasi penerima, termasuk sekolah atau fasilitas komunitas. Gaji biasanya sudah termasuk tunjangan transportasi. - Asisten Koki / Food Handler: Rp 2.500.000 – Rp 3.800.000 per bulan
Membantu juru masak utama dalam persiapan bahan, memasak, dan memastikan kebersihan area dapur. - Tim Packing dan Labeling: Rp 2.100.000 – Rp 3.200.000 per bulan
Bertanggung jawab membungkus makanan, memberi label gizi dan tanggal kadaluarsa, serta menyiapkan pesanan sesuai jumlah porsi. - Tim Persiapan Bahan (Prep Team): Rp 2.000.000 – Rp 3.200.000 per bulan
Menangani pengolahan awal bahan makanan seperti mencuci, memotong, dan menimbang agar siap dimasak. - Bagian Cuci dan Sanitasi: Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000 per bulan
Menjaga kebersihan dapur, peralatan, dan area kerja agar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Kapasitas Dapur
Jumlah pegawai SPPG disesuaikan dengan kapasitas produksi dapur, agar operasional berjalan efisien:
- Dapur kapasitas 1.000 porsi membutuhkan sekitar 11–12 orang:
- 1 supervisor
- 2 juru masak
- 3 asisten koki
- 2 tim persiapan bahan
- 2 petugas cuci
- 2 tim packing
- 1–2 petugas distribusi
- Dapur kapasitas 3.000 porsi membutuhkan tenaga lebih besar, sekitar 18–25 orang, dengan penambahan anggota di tiap bagian sesuai kebutuhan produksi.
Jumlah SDM yang cukup penting agar proses memasak, packing, dan distribusi tetap tepat waktu dan makanan tetap bergizi.
Pengangkatan Pegawai SPPG sebagai PPPK
Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan 32 ribu pegawai SPPG diangkat sebagai ASN dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K), mulai 1 Februari 2026.
Keputusan ini diambil sesuai Peraturan Presiden tentang Tata Kelola Program MBG, sebagai langkah formal untuk meningkatkan kesejahteraan dan stabilitas pekerjaan bagi pegawai dapur MBG.
Meski mendapat apresiasi, pengangkatan ini memicu perhatian legislatif. Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, meminta pemerintah agar regulasi PPPK diperluas untuk guru honorer dan tenaga kesehatan, sehingga kesempatan menjadi ASN lebih merata di seluruh sektor pelayanan publik.
“PKB mengapresiasi keputusan BGN, namun agar tidak menimbulkan kegelisahan di masyarakat, kami mendorong regulasi untuk mempercepat pengangkatan guru honorer dan tenaga kesehatan menjadi P3K,” ujar Neng Eem, dikutip dari MPR, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kesimpulan
Gaji pegawai SPPG bervariasi berdasarkan posisi, kapasitas dapur, dan lokasi kerja. Dengan pengangkatan sebagai PPPK, ribuan tenaga dapur MBG kini memiliki kepastian pekerjaan dan hak ASN, termasuk jaminan gaji, tunjangan, dan perlindungan kerja.
Namun, isu pemerataan peluang PPPK untuk tenaga honorer di sektor lain, seperti pendidikan dan kesehatan, tetap menjadi perhatian pemerintah dan DPR RI.
Dengan begitu, pengembangan SDM di bidang gizi tidak hanya fokus pada dapur MBG, tetapi juga mendorong kesejahteraan tenaga publik secara menyeluruh.
Sumber: Metrotvnews.com




