Saat menjalani ibadah puasa, rasa lemas, mengantuk, dan kurang bertenaga merupakan hal yang lazim dirasakan akibat perubahan pola makan dan tidur. Kondisi ini sering kali membuat banyak orang memilih untuk menghabiskan waktu dengan tidur dalam durasi yang lama, bahkan seharian, dengan harapan waktu berbuka terasa lebih cepat sampai.
Di tengah masyarakat, berkembang anggapan bahwa “tidurnya orang berpuasa adalah ibadah.” Namun, apakah tidur seharian tanpa melakukan aktivitas lain benar-benar mendatangkan pahala yang besar, atau justru sebaliknya?
Hadis Rujukan, Namun Lemah
Banyak orang merujuk pada sebuah hadis riwayat Imam Baihaqi yang menyatakan bahwa “Tidurnya orang yang berpuasa bernilai ibadah, diamnya adalah tasbih, dan amalannya dilipatgandakan, doanya dikabulkan dan dosanya diampuni.
Namun, menurut penjelasan Prof. Dr. Imam Makruf, Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, hadis tersebut memiliki status dhaif atau lemah. Karena derajatnya yang lemah, hadis ini tidak dapat dijadikan landasan utama dalam menentukan hukum atau keutamaan suatu amalan secara mutlak.
Oleh karena itu, anggapan bahwa tidur secara otomatis mendatangkan pahala besar perlu ditinjau kembali berdasarkan konteks niat dan aktivitas lainnya.
Niat Sebagai Penentu Nilai Ibadah
Tidur saat berpuasa bisa bernilai ibadah jika dilandasi oleh niat yang benar. Tidur menjadi positif apabila bertujuan untuk menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan atau mengurangi pahala puasa, seperti bergunjing (gibah), berkata sia-sia, atau melakukan maksiat lainnya.
Dalam konteks ini, pahala yang didapatkan seseorang bukan berasal dari tindakan tidurnya secara fisik, melainkan dari upaya menahan diri (menjaga lisan dan perbuatan) dari keburukan.
Jadi, tidur berfungsi sebagai sarana “penyelamat” agar seseorang tetap berada dalam koridor ketaatan selama menjalankan kewajiban puasa.
Amalan Utama
Meski tidur seharian tidak membatalkan puasa, para ulama dan akademisi tetap menganjurkan umat muslim untuk mengisi waktu dengan amalan yang lebih produktif dan bermanfaat.
Ramadhan adalah bulan di mana setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya, sehingga sangat disayangkan jika waktu tersebut hanya dihabiskan untuk tidur.
Amalan-amalan yang lebih penting dan utama yang dapat dilakukan selama berpuasa adalah sebagai berikut :
- Membaca Al-Qur’an
- Berzikir
- Menuntut ilmu agama
- Membantu sesama.
Kesimpulan
Tidur diperbolehkan secukupnya untuk mengembalikan stamina, namun tidak seharusnya dijadikan pilihan utama atau aktivitas rutin sepanjang hari jika seseorang masih mampu melakukan kegiatan positif lainnya.
Sumber
https://www.kompas.com/tren/read/2026/02/22/123000565/apakah-tidur-seharian-saat-puasa-bernilai-pahala-ternyata-ini-hukumnya




