Memasuki awal tahun anggaran 2026, sejumlah masyarakat kembali mendapatkan kabar menggembirakan terkait penyaluran bantuan sosial.
Pemerintah mulai merealisasikan BPNT susulan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum menerima bantuan pada penghujung tahun 2025.
Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya penyelesaian bantuan pangan yang sebelumnya mengalami keterlambatan.
Hingga pertengahan Januari 2026, dilaporkan saldo bantuan telah masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di beberapa wilayah, dengan total dana yang diterima mencapai Rp600.000 sekaligus.
BPNT Tetap Disalurkan Meski Memasuki Tahun Baru Anggaran
Pemerintah menegaskan bahwa bantuan sosial yang belum tersalurkan pada tahun sebelumnya tetap menjadi hak penerima dan wajib dibayarkan, meskipun tahun anggaran telah berganti.
BPNT susulan ini termasuk dalam Tahap 4, yakni alokasi bantuan untuk bulan-bulan terakhir tahun 2025. Karena memerlukan proses administrasi serta pemutakhiran data, pencairannya baru bisa dilakukan pada awal tahun 2026.
Skema Pencairan dan Besaran Bantuan
Pada penyaluran susulan kali ini, mekanisme pencairan sedikit berbeda dibandingkan distribusi rutin bulanan.
Total Dana yang Diterima KPM
Setiap KPM memperoleh bantuan sebesar Rp600.000, yang merupakan gabungan bantuan untuk tiga bulan. Dana tersebut disalurkan satu kali langsung ke KKS tanpa pembagian per bulan.
Penggunaan Dana BPNT
Saldo BPNT hanya dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan pangan pokok melalui e-warong resmi, seperti:
- Beras atau sumber karbohidrat lainnya
- Telur sebagai sumber protein
- Tahu dan tempe
- Bahan pangan bergizi lainnya sesuai ketentuan
Daerah yang Telah Menerima BPNT Susulan
Penyaluran BPNT susulan dilakukan secara bertahap dan tidak serentak di seluruh wilayah Indonesia, menyesuaikan kesiapan masing-masing daerah.
Mengutip laporan dari Pikiran Rakyat, beberapa daerah yang telah mengonfirmasi saldo masuk antara lain Indramayu, Bekasi, serta sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur. Wilayah lainnya diperkirakan akan menyusul dalam waktu dekat.
Bank Penyalur BPNT Susulan 2026
Distribusi bantuan BPNT dilakukan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Daftar Bank Penyalur:
- Bank BNI
- Bank BRI
- Bank Mandiri
- Bank Syariah Indonesia (BSI)
Sebagian besar laporan awal berasal dari KPM pemegang KKS BNI, namun bank lain juga mulai menyalurkan bantuan secara bertahap.
Saldo BPNT Belum Masuk? Ini Penyebabnya
Apabila hingga saat ini saldo BPNT belum diterima, kondisi tersebut masih tergolong normal dan tidak perlu panik.
Faktor Penyebab Keterlambatan
Beberapa hal yang dapat memengaruhi keterlambatan pencairan antara lain:
- Jadwal pencairan berbeda di tiap daerah
- Proses verifikasi dan validasi data belum rampung
- Status prioritas KPM belum diterbitkan
KPM dengan status Standing Instruction (SI) di sistem SIKS-NG umumnya menerima bantuan lebih cepat karena perintah pencairan sudah aktif.
Kesimpulan
Semoga informasi ini dapat membantu Keluarga Penerima Manfaat memahami perkembangan penyaluran BPNT susulan di awal tahun 2026.
Sumber: https://flores.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr-2979926882/bpnt-susulan-tahap-4-mulai-cair-awal-2026-kpm-berpeluang-terima-rp600-ribu




