Kementerian Sosial (Kemensos) RI melaporkan bahwa penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) untuk Triwulan I 2026 telah menunjukkan kemajuan signifikan.
Hingga 25 Februari 2026, realisasi penyaluran anggaran Bansos telah melebihi 85 persen dari target. Percepatan ini dilakukan menjelang awal bulan Ramadan, mengingat kebutuhan konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat.
Berdasarkan dari data resmi Kemensos, total dana yang telah ditransfer ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencapai lebih dari Rp15 triliun.
Fokus pada Bansos PKH dan Bantuan Sembako (BPNT) 2026
Penyaluran Bansos tahun ini masih difokuskan pada dua program utama: Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako (BPNT). Menariknya, persentase realisasi BPNT tercatat lebih tinggi dibanding Bansos PKH pada periode yang sama.
Seperti Melansir dari LombokPost berikut adalah Rincian per 23 Februari 2026:
- Program Keluarga Harapan (PKH): Dari target 10 juta KPM, bantuan telah tersalurkan ke 8.940.958 keluarga (89,4%) dengan total dana lebih dari Rp6 triliun.
- Bantuan Sembako (BPNT): Dari target 18,25 juta KPM, bantuan sudah diterima oleh 16.713.111 keluarga (91,58%) dengan total dana tersalurkan mencapai Rp10,03 triliun.
Penyaluran dana bansos tersebut dilakukan melalui transfer ke rekening di Bank Himbara, meliputi BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
Penambahan Penerima Baru dan Proses Pencairan Bansos 2026
Tahun 2026 juga mencatat penambahan penerima manfaat hasil pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yaitu 1 juta penerima baru untuk Bansos PKH dan 2 juta penerima baru untuk Bansos BPNT.
Bagi KPM baru yang belum menerima dana, Kemensos memastikan proses pencairan masih dalam tahap administrasi, meliputi:
- Proses Burekol: Pembukaan Rekening Kolektif bagi yang belum memiliki akun bank.
- Distribusi Kartu KKS: Penyerahan kartu sebagai akses utama pencairan bansos.
- Persiapan Jalur PT Pos: Untuk wilayah yang belum terjangkau perbankan atau bagi lansia/disabilitas berat.
Proses administratif ini diperkirakan memakan waktu sekitar 1–2 bulan hingga dana dapat ditarik oleh KPM.
Kesimpulan
Hingga Februari 2026, 8,9 juta KPM telah menerima bansos PKH dan BPNT Triwulan I, sementara sebagian lainnya masih dalam proses administrasi untuk memastikan bantuan menjadi tepat sasaran.
Sumber Referensi
https://lombokpost.jawapos.com/nasional/1507237821/update-bansos-triwulan-i-2026-89-juta-kpm-pkh-dan-bpnt-sudah-cair-ini-penyebab-sisanya-masih-berproses




