Bansos Tidak Cair: Ini Penyebab dan Solusinya
Rasa kecewa kerap muncul di kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ketika dana bantuan sosial (bansos) tidak kunjung masuk ke rekening. Walaupun program seperti PKH dan BPNT terus berjalan, sejumlah penerima melaporkan tidak menerima dana sesuai harapan.
Masalah ini bukan semata kesalahan individu, tetapi sering berkaitan dengan data administrasi, rekening perbankan, atau sistem verifikasi pemerintah. Di bawah ini, ulasan lengkap mengenai mengapa bansos bisa gagal cair dan langkah-langkah solusi yang bisa dilakukan.
Kenapa Bansos Tidak Cair?
Ada banyak kasus di mana bansos tidak cair karena berbagai kendala teknis maupun administratif. Sebagian KPM menghadapi kegagalan transfer dana karena rekening KKS yang tidak aktif, sementara yang lain data kependudukannya tidak sinkron dengan database pemerintah.
Sistem verifikasi yang terus diperbarui juga berdampak pada penyaluran, terutama dengan perubahan sistem lama ke sistem yang lebih modern.
Apa Penyebabnya?
Ada beberapa penyebab yang sering terjadi ketika bantuan sosial tidak kunjung cair atau masuk ke dalam rekening, ini dia beberapa penyebab yang sering terjadi :
- Rekening Tidak Aktif. Banyak KPM menggunakan rekening KKS yang lama dan jarang dipakai. Bila rekening sudah lama tidak aktif, bank bisa memblokirnya, sehingga dana bansos tak bisa masuk.
- Data Kependudukan Tidak Sinkron. Ada kesalahan input NIK, KK, atau nama penerima di sistem pemerintah. Bila data tidak sesuai dengan database kependudukan atau data sosial-ekonomi, proses verifikasi bisa gagal.
- Perubahan Status Sosial-Ekonomi. Sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menentukan siapa yang layak menerima bansos berdasarkan kategori desil. Jika status ekonomi keluarga naik, mereka bisa terklasifikasi ulang sehingga tidak lagi dianggap layak.
- Keterlambatan Teknis Sistem. Proses pencairan bisa terhambat karena SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) belum diterbitkan, gangguan server, atau antrean transfer besar-besaran.
- Kesalahan Nama Rekening. Jika nama penerima di rekening bank tidak sama persis dengan data yang terdaftar di sistem bansos, transfer bisa gagal.
- Transaksi Mencurigakan. Ada kasus di mana rekening KKS dianggap melakukan transaksi yang tidak sesuai misalnya terkait game online sehingga bank atau sistem pemeriksaan menahan penyaluran.
script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376″
crossorigin=”anonymous”>
Solusi yang Ditawarkan
Beberapa langkah praktis bisa diambil agar bansos yang belum cair bisa kembali diproses atau disalurkan, adapun solusi yang ditawarkan sebagai berikut :
- Periksa kembali status rekening KKS di bank penyalur. Jika tidak aktif, datangi bank untuk reaktivasi atau buka rekening baru dengan koordinasi petugas bansos.
- Lakukan perbaikan data kependudukan di Dinas Sosial atau Dukcapil setempat jika ada kesalahan NIK, KK, nama, atau alamat.
- Ajukan pembaruan data sosial-ekonomi melalui aplikasi resmi “Cek Bansos” jika Anda merasa status ekonomi keluarga layak tetapi tergolong desil tinggi.
- Hubungi pendamping sosial PKH / BPNT di desa/kelurahan untuk meminta verifikasi ulang atau klarifikasi masalah data.
- Monitor proses pencairan via SP2D dan SIKS-NG. Bila SP2D belum diterbitkan, Anda bisa menanyakan ke operator SIKS-NG di kantor desa atau dinas sosial.
- Jika rekonsiliasi data memerlukan intervensi lintas lembaga, Kementerian Sosial dapat bekerja sama dengan perbankan dan instansi pendukung agar transfer bansos bisa dilanjutkan.
Cek Melalui Web atau Aplikasi Bansos
Langkah aktif yang bisa dilakukan penerima untuk mengecek status bansos:
- Situs Web: Akses situs resmi “Cek Bansos” milik Kementerian Sosial melalui browser dan masukkan data seperti NIK, nama, dan wilayah untuk melihat status penerimaan bansos.
- Aplikasi: Gunakan aplikasi “Cek Bansos” di ponsel. Di sana tersedia menu “Usul dan Sanggah” yang memungkinkan KPM mengajukan perbaikan data atau melaporkan status bansos yang belum cair.
Jadwal Penyaluran
Penyaluran bansos seperti PKH dan BPNT dilakukan secara bertahap berdasarkan jadwal nasional dan kesiapan daerah. Ada periode SP2D yang berbeda untuk tiap daerah dan bank penyalur. Selain itu, tidak semua KPM cair pada waktu bersamaan sebagian masih menunggu SP2D selesai diterbitkan sebelum mereka menerima dana.
Kesimpulan
Tidak cairnya bansos tahun 2025 bisa diakibatkan berbagai faktor, mulai dari data tidak sinkron, rekening KKS tidak aktif, hingga masalah teknis sistem.
Namun, ada banyak solusi konkret yang bisa dilakukan oleh KPM, seperti memperbaiki data di Dinas Sosial, mengaktifkan kembali rekening, atau melapor melalui aplikasi Cek Bansos.
Dengan aktif memantau dan mengambil langkah optimal, penerima dapat meningkatkan peluang bantuan cair tepat waktu. Penting juga bagi pendamping sosial dan instansi terkait untuk terus melakukan klarifikasi data agar bantuan sosial benar-benar mencapai yang membutuhkan.




