Penyaluran Bertahap Dan Siapa Saja yang Mulai Terima
Menjelang akhir tahun 2025, pemerintah kembali menyalurkan sejumlah program bantuan sosial (bansos) untuk membantu keluarga berpenghasilan rendah menghadapi tekanan ekonomi.
Distribusi bansos reguler dan tambahan kini berdasarkan data terbaru dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) melalui sistem data terpadu nasional Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), untuk memastikan penyaluran lebih tepat sasaran.
Dengan basis ini, hanya keluarga yang masuk kategori desil 1 sampai 4 (miskin hingga rentan miskin) yang menjadi prioritas penerima. BLT Kesra misalnya, menargetkan sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Program bansos 2025, termasuk tambahan lewat BLT Kesra, dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah serta membantu warga menghadapi inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan beban hidup akhir tahun
Dengan meningkatnya anggaran bansos lebih dari Rp 110 triliun tahun ini, diharapkan bantuan bisa menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan dan membantu mempersempit kesenjangan sosial.
Program Dan Jenis Bansos yang Cair
Menurut laporan per 3–4 Desember 2025, bantuan yang mulai dicairkan meliputi:
- Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap IV, mencakup komponen untuk ibu hamil, balita, lansia/disabilitas, dan siswa.
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) / Sembako, bantuan sembako bulanan bagi keluarga penerima.
- BLT Kesra (BLTS) bantuan tunai tambahan bagi keluarga dalam kelompok penerima bantuan sosial, sebagai bagian dari program penebalan bansos triwulan IV.
Besaran Dan Mekanisme Penyaluran Bansos
- Untuk PKH dan BPNT, jumlah dan jenis bantuan disesuaikan dengan kondisi penerima (misalnya jumlah anak, status ibu hamil, atau disabilitas).
- Semua bansos menggunakan basis data DTSEN terbaru, artinya tidak semua keluarga otomatis mendapatkan bantuan, hanya yang memenuhi syarat berdasarkan verifikasi data sosial-ekonomi.
- Penyaluran lewat bank milik negara (bagian dari Himbara) atau lewat pos apabila penerima belum memiliki rekening.
Hal yang Perlu Diperhatikan Penerima Bansos
- Pastikan data di DTSEN sudah diperbarui dan sesuai jika kamu merasa layak menerima kesalahan data bisa menyebabkan bantuan tidak cair.
- Selalu periksa status penerima melalui link resmi Kemensos sebelum mengecek ke bank atau kantor pos.
- Jika penerima belum punya rekening, bantuan bisa disalurkan melalui kantor pos sesuai ketentuan.
- Gunakan bantuan untuk kebutuhan pokok, pendidikan, atau kebutuhan dasar sesuai tujuan program bantuannya.
Kesimpulan
Penyaluran tepat sasaran penting agar bantuan benar-benar sampai ke yang membutuhkan, bukan yang tidak layak.




