Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) secara berkala. Masyarakat dapat memantau pencairan bansos PKH BPNT April 2026.
Penerima bansos tersebut dapat memastikan dana bantuan sudah cair atau belum melalui laman Cek Bansos Kemensos dan aplikasinya. Kedua cara itu menjadi alternatif untuk memantau status pencairan dana bantuan tanpa perlu datang langsung ke kantor Dinas Sosial.
Penerima bantuan ditentukan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Di dalam DTSEN, seluruh penduduk di Indonesia sudah diperingatkan menurut tingkat kesejahteraannya yaitu pada desil 1 sampai dengan 10.
Besaran Bansos PKH
Menurut informasi dari Kementerian Sosial, bansos PKH terdirin dari beberapa kelompok, mulai dari ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia. Besaran bantuan yang diterima juga berbeda-beda, tergantung kategori yang terdaftar dalam data penerima.
Besaran bantuan bervariasi tergantung kategori anggota keluarga:
- Ibu hamil: Rp 3 juta/tahun (Rp 750.000/tahap)
- Anak usia dini: Rp 3 juta/tahun (Rp 750.000/tahap)
- Siswa SD: Rp 900.000/tahun (Rp 225.000/tahap)
- Siswa SMP: Rp 1,5 juta/tahun (Rp 375.000/tahap)
- Siswa SMA: Rp 2 juta/tahun (Rp 500.000/tahap)
- Disabilitas berat: Rp 2,4 juta (Rp 600.000/tahap)
- Lanjut usia 60+: Rp 2,4 juta/tahun (Rp 600.000/tahap)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp 10,8 juta/tahun (Rp 2,7 juta/tahap)
Kapan Jadwal Penyaluran Bansos 2026
Pada tahun 2026 ini, program bantuan akan dibagikan menjadi empat tahap, setiap tiga bulan (per triwulan) dengan rincian berikut:
- Tahap 1: Januari-Maret 2026 (berjalan saat ini).
- Tahap 2: April-Juni 2026.
- Tahap 3: Juli-September 2026.
- Tahap 4: Oktober-Desember 2026.
Namun, meskipun begitu Pencairan PKH dan BPNT tahap 1 pada 2026 akan dilakukan secara bertahap melalui bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu
- Bank Rakyat Indonesia (BRI),
- Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan
- Bank Tabungan Negara (BTN).
Pada sejumlah wilayah, pendistribusian bantuan juga dilakukan melalui PT Pos Indonesia sesuai dengan kebijakan dan juga teknisi setiap daerah. Skema ini bertujuan untuk mempercepat distribusi agar bantuan dapat diterima selama bulan puasa dan sebelum lebaran mendatang.
Cara Cek Penerima Bansos Secara Mandiri
Pengecekan status bantuan dapat dilakukan secara mandiri kapan saja melalui ponsel tanpa harus datang ke kantor dinas.
Berikut langkah-langkahnya:
Melalui link resmi cek bansos
- Kamu dapat mengakses situs resmi pada ponsel pribadimu di laman web cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan data wilayah tempat Kamu tinggal mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, kecamatan, hingga Desa/Kelurahan
- Kamu dapat memasukkan nama lengkap orang yang akan kamu cek datanya, pastikan nama lengkap harus sesuai dengan yang tertera di e-KTP
- Ketikan kode huruf (captcha) yang muncul pada kotak layar ponsel Kamu
- Kamu dapat mengklik tombol “CARI DATA”
- Sistem akan menampilkan informasi apakah Kamu terdaftar sebagai penerima bansos atau tidak
Melalui Aplikasi Cek Bansos
Sebelum Kamu mengecek pencairan bansos, Kamu harus mengunduh terlebih dahulu aplikasi Cek Bansos yang terdapat di Appstore atau Play Store pada ponsel pribadimu.
Setelah aplikasi terinstal, ikuti langkah-langkah berikut ini:
- Buka Aplikasi Cek Bansos
- Kamu dapat masuk menggunakan username dan password, apabila kamu belum memiliki akun, segara daftar atau buat akun terlebih dahulu dengan mengguankan data diri sesuai dengan KTP dan unggah foto KTP, setelah itu tunggu verifikasi pada akunmu
- Jika Kamu sudah masuk, segera klik menu “Cek Bansos”
- Masukkan data wilayah tempat tinggal mu pada form yang muncul di ayar ponsel milik mu
- Masukkan nama penerima bansos sesuai dengan KTP
- Isi kode verifikasi
- Kamu dapat klik “ Cari Data”
- Tunggu beberapa saat sampai hasil pencocokan data yang Kamu cari dengan daftar penerima muncul




