Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Belum Cair, Januari 2026 Ada Pencairan Susulan & Program Bantuan Baru
Memasuki Januari 2026, penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 4 tahun 2025 masih banyak yang belum cair. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan belum menerima pencairan, sehingga pemerintah berencana melakukan pencairan susulan.
Seperti dilansir radarbogor.jawapos.com, menyebutkan data di aplikasi SIKS-NG menunjukkan beberapa KPM berstatus “berhasil cek rekening” atau standing instruction (SI), sedangkan sebagian lainnya berstatus SE. Pencairan untuk KPM berstatus SE dilakukan secara bertahap, tidak serentak, sehingga tiap wilayah hanya mendapatkan sekitar 10% KPM yang cair dalam satu waktu.
Pemerintah pusat belum mengumumkan jadwal resmi pencairan tahap 1 hingga hari ini, namun pencairan susulan tahap 4 dipastikan akan tetap dilaksanakan. KPM yang belum menerima bantuan disebut memiliki peluang besar untuk mendapatkan bansos PKH dan BPNT 2026 bersamaan dengan tahap 1.
Dua Program Bantuan Sosial Baru 2026
Ditahun 2026 ini, selain pencairan susulan, pemerintah juga menghadirkan dua program bantuan sosial baru yaitu:
1. Program Indonesia Pintar (PIP) untuk TK
PIP ditahun 2026 kini diperluas hingga jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Sebelumnya, PIP hanya diberikan untuk siswa SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Dengan kebijakan ini, anak-anak dari keluarga penerima PKH atau BPNT dapat memperoleh dana pendidikan sebesar Rp400.000 per tahun.
Syarat penerima PIP TK:
Tidak semua siswa TK otomatis mendapat PIP, berikut syaratnya
- Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN)
- Anak dari penerima PKH atau BPNT aktif
- Pendaftaran melalui sekolah masing-masing untuk dimasukkan ke sistem Dapodik
2. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Lansia dan Disabilitas
Program MBG ditujukan bagi lansia dan penyandang disabilitas yang terdaftar di data sosial serta penerima PKH pada komponen lansia dan disabilitas. Bantuan berupa makanan siap saji dua kali sehari dengan standar gizi yang ditetapkan pemerintah pusat.
Program ini langsung dari pemerintah pusat, sehingga mekanismenya mengikuti pedoman nasional, bukan desa.
Pentingnya Memperbarui Data KPM
KPM penting untuk memperbaharui data, karena salah satu penyebab keterlambatan pencairan bansos adalah ketidaksinkronan data KPM. Banyak KPM yang sebelumnya menerima bantuan, namun di awal 2026 statusnya berubah, misalnya naik desil atau masuk kategori exclude.
Pendamping sosial menyarankan KPM agar memastikan data kependudukan selalu mutakhir, meliputi:
- Nama lengkap
- Tempat dan tanggal lahir
- Status pernikahan
- Perubahan alamat
- Tambahan anggota keluarga
Data yang tidak diperbarui berpotensi menyebabkan bansos tidak cair, karena sistem menganggap KPM sudah tidak aktif.
Kesimpulan
Bagi KPM yang belum menerima pencairan tahap 4 PKH dan BPNT, ada kemungkinan penyaluran dilakukan bersamaan dengan tahap 1 tahun 2026.
Bagi warga yang belum terdaftar sebagai penerima bansos meski masuk kategori miskin, lansia, yatim piatu, pengangguran, atau berpenghasilan rendah. Pemerintah terus melakukan pemutakhiran data agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran di periode berikutnya.
Masyarakat juga bisa memanfaatkan program bantuan baru seperti PIP TK dan MBG untuk lansia & disabilitas, serta selalu memastikan data kependudukan terbaru agar bantuan sosial bisa diterima tanpa kendala.
Sumber: https://radarbogor.jawapos.com/bansos/2477082130/bansos-pkh-dan-bpnt-tahap-4-masih-banyak-yang-belum-cair-januari-2026-muncul-pencairan-susulan-dan-dua-program-bantuan-baru?page=2#google_vignette




