Masyarakat penerima bantuan sosial mendapat kabar menggembirakan, karena PKH dan BPNT tahap 1 2026 akan dicairkan lebih awal dari jadwal normal.
Langkah percepatan ini bertujuan untuk membantu keluarga penerima manfaat mencukupi kebutuhan dasar sejak awal tahun.
Kementerian Sosial terus berkomitmen menyalurkan bantuan secara tepat waktu, tepat sasaran, dan terbuka. PKH dan BPNT menjadi program bansos yang paling ditunggu karena manfaatnya dirasakan langsung oleh keluarga kurang mampu.
Dengan pencairan yang lebih cepat, diharapkan kemampuan belanja masyarakat tetap terjaga, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pendidikan, layanan kesehatan, dan pangan.
Oleh karena itu, penerima bantuan perlu memahami informasi terbaru terkait jadwal pencairan, besaran bantuan yang diterima, serta sistem penyalurannya agar tidak ketinggalan informasi penting seputar bansos tahun 2026.
Program PKH Dan BPNT Tetap Berlanjut Pada Tahun 2026
Pemerintah memastikan PKH dan BPNT tetap dilanjutkan pada tahun 2026 sebagai bantuan rutin bagi keluarga miskin dan rentan miskin. Kedua program ini masih menjadi pilar utama perlindungan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menopang kebutuhan pendidikan, layanan kesehatan, dan ketahanan pangan keluarga penerima manfaat.
Penyaluran bantuan tetap dilakukan secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan sepanjang tahun, bukan hanya dalam satu waktu.
Skema Penyaluran Bansos PKH Dan BPNT Tahun 2026
Penyaluran bansos 2026 dilakukan melalui dua mekanisme utama. Pertama, melalui Kartu KKS Merah Putih yang terhubung dengan bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI. Dana dapat dicairkan lewat ATM maupun agen perbankan resmi.
Kedua, bagi penerima yang belum memiliki akses perbankan atau berada di wilayah tertentu, bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia atau titik penyaluran komunitas seperti kantor desa dan kelurahan.
Besaran Bantuan PKH Tahun 2026
Nominal bantuan PKH disesuaikan dengan komponen dalam keluarga penerima. Ibu hamil atau nifas serta anak usia dini masing-masing menerima Rp3.000.000 per tahun, dicairkan secara bertahap.
Untuk anak sekolah, bantuan diberikan berdasarkan jenjang pendidikan, yakni Rp900.000 (SD), Rp1.500.000 (SMP), dan Rp2.000.000 (SMA) per tahun. Sementara itu, lansia usia 60 tahun ke atas dan penyandang disabilitas berat memperoleh Rp2.400.000 per tahun.
Perlu diketahui, dalam satu keluarga maksimal hanya empat komponen yang dapat dihitung sebagai penerima bantuan.
Besaran Bantuan BPNT Tahun 2026
BPNT atau bansos sembako diberikan senilai Rp200.000 per bulan. Karena pencairan dilakukan per triwulan, penerima akan mendapatkan Rp600.000 setiap tahap, dengan total Rp2.400.000 dalam setahun.
Dana ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok melalui mekanisme nontunai atau mitra penyalur yang telah ditentukan.
Jadwal Pencairan PKH Dan BPNT Tahap 1 Tahun 2026
Pencairan tahap 1 tahun 2026 mencakup alokasi bulan Januari, Februari, dan Maret. Dengan sistem triwulan, dana tidak dicairkan sekaligus, melainkan bertahap sesuai proses administrasi dan kesiapan masing-masing daerah.
Pola ini diharapkan membantu penerima dalam mengatur penggunaan bantuan secara lebih terencana.
Wilayah Yang Diprediksi Menerima Pencairan Lebih Awal
Mengacu pada informasi dari Radar Bogor, estimasi penyaluran bantuan menunjukkan bahwa wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat berpeluang menjadi daerah pertama yang menerima pencairan, diperkirakan berlangsung pada pertengahan hingga penghujung Januari 2026.
Setelah itu, penyaluran bantuan diperkirakan berlanjut ke Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Bali pada awal sampai pertengahan Februari. Adapun wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua diprediksi akan menerima bantuan pada rentang akhir Februari hingga pertengahan Maret.
Sementara itu, daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta penerima yang masih menjalani proses pembaruan atau validasi data kemungkinan akan masuk dalam tahap pencairan susulan hingga akhir Maret. Perlu diingat, jadwal ini masih bersifat perkiraan dan dapat berubah sesuai kebijakan serta kesiapan administrasi di lapangan.
Verifikasi Dan Pemutakhiran Data Masih Berlangsung
Saat ini, pemerintah masih melakukan verifikasi dan pembaruan data penerima guna memastikan bansos benar-benar diterima oleh keluarga yang berhak.
Keluarga yang kondisi ekonominya sudah membaik berpotensi dikeluarkan dari daftar penerima dan digantikan oleh warga lain yang lebih membutuhkan. Proses ini menjadi salah satu faktor penentu cepat atau lambatnya pencairan di tiap daerah.
Kepastian BPNT Tahap Akhir Tahun Sebelumnya
Sampai saat ini, belum ada kejelasan terkait pencairan BPNT tahap akhir tahun sebelumnya. Informasi yang beredar mengindikasikan bahwa bantuan tersebut kemungkinan tidak lagi disalurkan.
Oleh karena itu, keluarga penerima manfaat disarankan untuk lebih fokus pada pencairan tahap awal tahun 2026 dan tidak terlalu menggantungkan harapan pada tahap lama yang belum memiliki kepastian.
Kesimpulan
Pencairan PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2026 dipastikan lebih cepat dengan skema bertahap untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Sumber: https://radarbogor.jawapos.com/bansos/2477081893/pencairan-bansos-pkh-dan-bpnt-tahap-1-tahun-2026-dimajukan-ini-jadwal-lengkap-nominal-bantuan-dan-wilayah-yang-cair-lebih-dulu




