Isu mengenai kapan waktu pencairan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2026 ramai diperbincangkan warganet. Banyak masyarakat ingin mengetahui kapan bantuan sosial tersebut mulai dibagikan
Sesuai jadwal, penyaluran PKH tahap pertama tahun 2026 berlangsung pada periode Januari hingga Maret 2026. Sebelum menunggu pencairan, masyarakat disarankan memastikan terlebih dahulu apakah namanya masih tercatat sebagai penerima bantuan.
Jika status kepesertaan sudah tidak aktif, maka bantuan tidak akan kebali diterima pada tahap berikutnya. Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah kita masih terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM)?
Panduan Mengecek Status Penerima PKH Secara Online
Pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi Kementerian Sosial dengan langkah berikut:
- Kunjungi laman resmi di cekbansos.kemensos.go.id.
- Isi data wilayah tempat tinggal secara lengkap, mulai dari provinsi hingga desa/kelurahan.
- Ketik nama lengkap sesuai yang tertera pada e-KTP tanpa singkatan.
- Masukkan kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar.
- Klik tombol “Cari Data” untuk melihat hasilnya.
Tanda-Tanda Anda Masih Terdaftar Sebagai Penerima
Apabila data Anda tercatat sebagai penerima manfaat, sistem akan menampilkan informasi berupa tabel yang memuat profil lengkap.
Dilansir dari TribunMedan, beberapa indikator yang menunjukkan status aktif antara lain:
- Nama, usia, dan alamat sesuai dengan data KTP.
- Pada kolom jenis bantuan (PKH, BPNT, atau PBI-JK) terdapat keterangan “YA”.
- Tercantum peran dalam keluarga, misalnya sebagai kepala keluarga, pengurus, atau anggota.
- Ada keterangan periode pencairan terakhir atau status seperti “Proses Bank Himbara/PT Pos”.
Sebaliknya, jika muncul notifikasi “Tidak Terdapat Peserta/PM”, artinya data tersebut belum atau tidak terdaftar dalam basis penerima bantuan sosial.
Rincian Bantuan Program Keluarga Harapan 2026
PKH tetap difokuskan untuk mendukung kebutuhan kesehatan dan pendidikan keluarga kurang mampu. Besaran bantuan disesuaikan dengan kategori penerima.
Untuk komponen kesehatan:
- Ibu hamil dan anak usia dini menerima Rp 3.000.000 per tahun (Rp 750.000 per tahap).
- Lansia dan penyandang disabilitas berat memperoleh Rp 2.400.000 per tahun.
Untuk komponen pendidikan:
- Siswa SD mendapatkan Rp 900.000 per tahun.
- Siswa SMA menerima Rp 2.000.000 per tahun.
Sementara itu, korban pelanggaran HAM berat memperoleh bantuan dengan nominal paling besar, yakni Rp 10.800.000 per tahun.
BPNT Tetap Berlanjut di 2026
Selain PKH, pemerintah juga melanjutkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Setiap tahap, KPM menerima saldo elektronik sebesar Rp 200.000 melalui rekening Bank Himbara.
Dana tersebut dapat dicairkan melalui ATM maupun Kantor Pos untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan pokok. Dalam praktiknya, pencairan di sejumlah daerah kerap dilakukan secara rapel.
Jadwal Penyaluran Bansos 2026
Apabila tidak ada perubahan kebijakan, penyaluran bantuan sosial pada 2026 tetap menggunakan skema empat tahap dalam setahun.
Tahap pertama berlangsung Januari–Maret, dilanjutkan tahap kedua pada April–Juni, tahap ketiga Juli–September, dan tahap keempat Oktober–Desember.
Masyarakat diimbau rutin memeriksa status kepesertaan agar tidak tertinggal informasi pencairan bantuan PKH maupun BPNT sepanjang tahun 2026.
Kesimpulan
Semoga program ini terus memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta pangan keluarga penerima di seluruh Indonesia.
Sumber Referensi
- https://medan.tribunnews.com/news/1778051/pkh-2026-kapan-cair-pastikan-diri-anda-masih-terdaftar-sebagai-penerima?page=2




