Bansos Lansia dan Disabilitas Cair: Begini Cara Cek Penerimanya
Penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi lansia dan penyandang disabilitas kini mulai memasuki tahap pencairan. Banyak keluarga menunggu informasi resmi untuk memastikan apakah nama mereka tercantum sebagai penerima bantuan.
Program ini hadir sebagai bentuk kehadiran negara dalam mendukung kelompok rentan agar tetap mendapatkan dukungan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Agar tidak mengalami hambatan administratif, penting bagi masyarakat memahami proses pengecekan penerima, cara validasi data di DTSEN, serta mekanisme pencairan dana.
Dengan memahami alurnya sejak awal, penerima dapat mengakses bantuan dengan lebih cepat dan tanpa kebingungan.
Siapa yang Berhak Menerima Bansos Lansia dan Disabilitas?
Pemerintah menetapkan kriteria tertentu untuk memastikan bansos diterima oleh mereka yang paling membutuhkan. Kelompok lansia dan penyandang disabilitas menjadi prioritas utama karena mereka termasuk kategori rentan secara ekonomi, fisik, maupun sosial. Berikut penerima yang berhak mendapatkan bansos:
- Lansia berusia 60 tahun ke atas yang tidak memiliki penghasilan tetap.
- Lansia yang hidup sendiri atau tidak memiliki keluarga yang mampu memberikan dukungan.
- Penyandang disabilitas fisik, mental, sensorik, atau intelektual yang membutuhkan pendampingan.
- Warga disabilitas yang memiliki keterbatasan dalam menjalankan aktivitas harian.
- Individu yang telah terdaftar dalam DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) sebagai calon penerima bantuan.
- Warga yang tidak sedang menerima bansos serupa dari program pemerintah lainnya.
- Masyarakat yang memiliki kelengkapan dokumen seperti KTP, KK, atau surat keterangan disabilitas.
Jika ada warga yang memenuhi kriteria tetapi belum terdaftar, mereka dapat diusulkan melalui perangkat desa, kelurahan, atau dinas sosial untuk masuk ke DTSEN.
Lakukan Pengecekan di Website atau Aplikasi Bansos Resmi
Setelah mengetahui siapa yang berhak, langkah selanjutnya adalah mengecek status penerimaan melalui platform resmi pemerintah. Pemerintah menyediakan layanan digital agar masyarakat dapat melakukan pengecekan mandiri hanya dengan memasukkan data identitas. Cara melakukan pengecekan antara lain:
- Mengakses website resmi cek bansos dan memasukkan NIK, nama lengkap, serta domisili.
- Menggunakan aplikasi resmi bansos yang memberikan akses cepat dan menyimpan riwayat pencarian.
- Mengecek langsung di kantor kelurahan atau kecamatan yang biasanya memiliki data terbaru dari dinas sosial.
- Menghubungi dinas sosial kabupaten atau kota untuk verifikasi melalui petugas.
- Mendapatkan informasi melalui balai sosial atau posyandu lansia yang sering menjadi pusat informasi lokal.
Jika nama sudah tercantum di daftar penerima, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa data di DTSEN sudah benar dan diperbarui.
Lakukan Verifikasi Data di DTSEN
DTSEN menjadi database utama dalam menentukan penerima bansos. Tanpa data yang valid dan sesuai dengan kondisi di lapangan, penyaluran dapat terhambat. Oleh karena itu, verifikasi data di DTSEN menjadi tahap penting sebelum pencairan dapat dilakukan. Beberapa hal yang perlu diverifikasi dalam DTSEN meliputi:
- Kesesuaian nama lengkap dengan dokumen resmi seperti KTP atau KK.
- Kesamaan alamat tempat tinggal terkini dengan data resmi.
- Status sosial ekonomi yang harus sesuai dengan kondisi sebenarnya.
- Informasi mengenai kondisi disabilitas atau catatan medis yang relevan.
- Pembaruan data jika terjadi perubahan seperti pindah domisili, perubahan jumlah anggota keluarga, atau perubahan penghasilan.
- Mengikuti survei verifikasi lapangan oleh petugas DTSEN untuk memastikan keakuratan data.
Jika ditemukan data yang tidak sesuai, warga dapat mengajukan pembaruan melalui kelurahan atau dinas sosial setempat agar proses pencairan tidak tertunda.
Proses Pencairan Dana Bansos Lansia dan Disabilitas
Setelah data dipastikan valid, proses pencairan dana bansos dapat dilakukan sesuai alur yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing. Tahap pencairan biasanya telah ditentukan jadwal dan lokasi penyalurannya. Tahapan pencairan dana meliputi:
- Mendapatkan informasi jadwal pencairan dari kelurahan, pendamping sosial, atau aplikasi bansos.
- Menyiapkan dokumen seperti KTP, KK, atau surat keterangan penerima bantuan.
- Mendatangi lokasi pencairan seperti kantor pos, bank penyalur, atau balai sosial daerah.
- Melakukan proses verifikasi identitas dan penandatanganan daftar penerima.
- Menerima dana bansos secara tunai atau melalui rekening bank sesuai kebijakan penyaluran di wilayah masing-masing.
- Mendapatkan pendampingan bagi lansia atau penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Jika penerima tidak dapat hadir secara langsung, keluarga atau pendamping resmi dapat mewakili proses pencairan sesuai aturan yang berlaku.
Kesimpulan
Bansos untuk lansia dan penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat rentan.
Dengan memahami cara mengecek penerima, memvalidasi data di DTSEN, dan mengikuti mekanisme pencairan, penerima akan lebih mudah mendapatkan hak bantuannya.
Program ini menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan tambahan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.




