Pemerintah memastikan kesiapan bansos korban bencana bagi masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatera. Melalui Kementerian Sosial, dana sebesar Rp600 miliar telah disiapkan untuk penyaluran tahap pertama sebagai bantuan bencana Sumatera, khususnya bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah untuk membantu pemulihan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bantuan banjir dan longsor di sejumlah daerah.
Proses Pendataan Jadi Penentu Pencairan Bansos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa saat ini Kementerian Sosial masih melakukan pendataan korban sebelum bansos korban bencana dicairkan. Data awal penerima berasal dari BNPB, lalu diverifikasi oleh pemerintah kabupaten/kota.
Setelah diverifikasi di daerah, data penerima bantuan bencana Sumatera tersebut akan dipadankan kembali dengan data kependudukan Kementerian Dalam Negeri melalui Dukcapil agar penyaluran tepat sasaran.
Dana Sudah Siap, Tinggal Tunggu Data Final
Seperti dikutip dari detik.com, Gus Ipul menegaskan bahwa anggaran bansos korban bencana tahap pertama sebenarnya sudah tersedia dan siap disalurkan kapan saja setelah pendataan rampung.
“Kalau bisa selesai minggu depan, ya minggu depan. Dananya sudah siap untuk tahap pertama. Mungkin belum bisa cukup untuk semua, tapi tahap pertama sudah siap,” kata Gus Ipul usai Rapat Koordinasi Satgas Bencana Sumatera di kantor Kemendagri, Kamis (15/1/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa kendala utama bukan pada anggaran, melainkan pada penyelesaian data penerima bantuan banjir dan longsor.
Validasi Data Wajib Disahkan Kepala Daerah
Gus Ipul menekankan bahwa data penerima bansos korban bencana harus ditandatangani oleh bupati atau wali kota sebelum bantuan disalurkan ke masyarakat.
“Yang penting datanya itu ditandatangani oleh Bupati/Wali Kota, setelah itu nanti dipadankan dengan Kemendagri melalui Dukcapil. Setelah clear ditandatangani oleh Pak Mendagri, saya langsung salur. Rp600 miliar, untuk tiga (bansos),” seperti yang dikutip dari situs detik.com
Langkah ini dilakukan agar bantuan bencana Sumatera tidak salah sasaran dan benar-benar diterima warga terdampak banjir dan longsor.
Rincian 3 Jenis Bansos Korban Bencana
Dari sumber detik.com, pemerintah menyiapkan tiga jenis bantuan banjir dan longsor pada tahap pertama, yakni:
- Bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga
- Bantuan makan atau jaminan hidup senilai Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan
- Bantuan pemberdayaan sosial ekonomi berupa uang tunai Rp5 juta per keluarga
Ketiga skema bansos korban bencana ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan darurat sekaligus membantu pemulihan ekonomi keluarga terdampak.
Skema Jaminan Hidup untuk Korban Banjir dan Longsor
Seperti yang dipublikasikan detik.com, Gus Ipul menjelaskan bahwa bantuan jaminan hidup diberikan selama tiga bulan penuh kepada korban bantuan bencana Sumatera.
“Isian rumah Rp3 juta per keluarga. Kemudian untuk pembelian lauk-lauk atau jaminan hidup untuk beli lauk Rp15.000 per orang per hari, jadi sebulan Rp450.000 per orang selama tiga bulan. Satu lagi untuk pemberdayaan sosial ekonomi lah intinya, cash Rp5 juta,” jelasnya.
Dengan anggaran Rp600 miliar yang telah disiapkan, pemerintah menegaskan bansos korban bencana tinggal menunggu penyelesaian pendataan. Jika proses validasi berjalan sesuai target, bantuan bencana Sumatera bagi korban banjir dan longsor dapat segera disalurkan untuk meringankan beban masyarakat terdampak.
Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8309417/dana-rp-600-m-siap-dicairkan-korban-bencana-sumatera-bakal-dapat-3-bansos-ini




