Pemerintah kembali menyiapkan bantuan sosial berupa beras untuk masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Program bansos beras ini ditujukan kepada lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan direncanakan mulai disalurkan pada kuartal I tahun 2026.
Pemerintah memastikan ketersediaan stok beras nasional berada dalam kondisi aman. Kepastian tersebut didukung oleh proyeksi peningkatan produksi beras nasional pada awal tahun 2026.
Kesiapan penyaluran bansos beras tidak terlepas dari kondisi pasokan nasional. Pemerintah menilai produksi beras pada awal tahun menunjukkan tren positif.
Proyeksi Produksi Beras Awal 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa peningkatan produksi beras pada periode Januari hingga Maret 2026 menjadi dasar keyakinan pemerintah bahwa pasokan beras nasional masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada triwulan I 2026 diperkirakan mencapai 10,16 juta ton. Angka ini meningkat sekitar 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 8,78 juta ton.
“Diperkirakan dengan kenaikan produksi yang ada, (pasokan bagi) bantuan sosial beras itu mencukupi,” ujar Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Sasaran dan Skema Bantuan Bansos Beras
Program bansos beras ini merupakan bagian dari kebijakan stimulus pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026.
Penerima Berdasarkan DTSEN
Dalam kebijakan tersebut, pemerintah berencana menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram kepada masyarakat yang masuk dalam kategori:
- Desil 1 (sangat miskin)
- Desil 2 (miskin)
- Desil 3 (hampir miskin)
- Desil 4 (rentan miskin)
Penetapan sasaran penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga penyaluran diharapkan lebih tepat sasaran.
Tambahan Bantuan Minyak Goreng
Selain bantuan beras, pemerintah juga akan menyalurkan 2 liter minyak goreng kepada kelompok masyarakat penerima bansos tersebut. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga menjelang Ramadhan dan Idulfitri.
Anggaran dan Harapan Pemerintah
Total penerima bansos beras dan minyak goreng ini diperkirakan mencapai 35,04 juta KPM. Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun.
Airlangga Hartarto berharap penyaluran bantuan dapat berjalan lancar seiring terpenuhinya pasokan beras nasional hingga Maret 2026. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menjaga kelancaran distribusi logistik bantuan.
Kesimpulan
Bansos beras jelang Ramadhan 2026 akan disalurkan kepada lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat dengan dukungan stok beras nasional yang dinilai aman. Dengan tambahan bantuan minyak goreng dan basis data DTSEN, pemerintah berharap program ini mampu menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi pada awal tahun 2026.
Sumber Referensi
https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/320/3201175/bansos-beras-cair-ke-35-juta-penerima-jelang-puasa-2026




