Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan layanan cek bansos 2026 secara online bagi masyarakat yang ingin mengetahui status penerimaan bantuan sosial. Pengecekan dapat dilakukan mandiri menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Layanan ini sekaligus memungkinkan warga melihat posisi desil kesejahteraan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Realisasi Bansos Tahap 1 2026 Capai 90 Persen
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa penyaluran bansos reguler tahap pertama untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) telah mencapai 90 persen hingga awal Maret 2026.
Menurutnya, distribusi bantuan berjalan sesuai target. Sementara itu, sekitar 10 persen sisanya masih dalam proses administrasi perbankan, terutama bagi penerima baru hasil pemutakhiran DTSEN yang perlu membuka rekening kolektif (burekol), dilansir siaran Pers Kemensos
Program bansos tahap pertama ini dijadwalkan cair untuk periode Januari hingga Maret 2026 dan menyasar sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Cara Cek Bansos 2026 Lewat HP
Masyarakat dapat mengecek status penerimaan bansos dengan langkah berikut:
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id melalui browser di hp.
- Masukkan NIK sesuai KTP.
- Ketik kode keamanan yang muncul di layar.
- Klik tombol “CARI DATA”.
- Sistem akan menampilkan nama penerima, kelompok desil (Desil 1–4), dan status bantuan.
Pemerintah menetapkan kelompok Desil 1 sampai 4 dalam DTSEN sebagai prioritas penerima PKH dan BPNT.
Pemutakhiran Data DTSEN oleh BPS
DTSEN merupakan integrasi dari sejumlah basis data pengentasan kemiskinan, seperti DTKS, Regsosek, dan P3KE. Data tersebut diperbarui secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk melalui verifikasi lapangan serta pembaruan dari pemerintah daerah.
Pemutakhiran ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Rincian Nominal PKH dan BPNT Tahap Pertama 2026
Berikut besaran bantuan PKH per tiga bulan:
- Ibu hamil/nifas: Rp750.000
- Anak usia 0–6 tahun: Rp750.000
- Anak SD/sederajat: Rp225.000
- Anak SMP/sederajat: Rp375.000
- Anak SMA/sederajat: Rp500.000
- Lansia 60 tahun ke atas: Rp600.000
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000
Sementara itu, BPNT diberikan sebesar Rp200.000 per bulan atau Rp600.000 untuk pencairan tiga bulan sekaligus.
Kesimpulan
Program bansos 2026 ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga prasejahtera, memperluas akses terhadap kebutuhan pangan, pendidikan, dan kesehatan, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Sumber
- https://kemensos.go.id/berita-terkini/menteri-sosial-1/Gus-Ipul:-Tiga-Program-Prioritas-Kemensos-Tunjukkan-Tren-Positif-di-Awal-2026
- https://www.kompas.tv/info-publik/654166/cara-cek-bansos-kemensos-2026-pakai-nik-ktp-penyaluran-capai-90-persen-per-awal-maret




