Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 1 tahun 2026 mulai diterima sebagian keluarga penerima manfaat. Pencairan untuk periode Januari–Maret 2026 dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Meski begitu, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan saldo bantuan belum masuk ke kartu mereka. Lalu, apa yang menyebabkan bansos PKH dan BPNT 2026 belum cair? Berikut penjelasan lengkapnya.
Penyebab Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026 Belum Masuk
Salah satu faktor utama adalah perubahan status desil kesejahteraan. Mulai tahun 2026, penerima yang masuk kategori desil 5 ke atas tidak lagi menjadi prioritas bantuan sosial. Sistem desil sendiri merupakan metode pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Umumnya, penerima PKH dan BPNT berasal dari desil 1 hingga 4. Namun, meskipun termasuk kategori tersebut, bantuan tidak otomatis cair karena adanya pembatasan kuota nasional.
Selain perubahan desil, ada beberapa penyebab lain bansos belum diterima:
- KKS belum aktif di bank penyalur, sehingga saldo tidak dapat masuk.
- Data tidak terdistribusi di sistem, terutama bagi penerima lama yang sebelumnya tidak pernah menerima pencairan.
- Kuota penerima terbatas, sementara jumlah masyarakat pada desil 1–4 jauh lebih besar dibandingkan alokasi bantuan.
Cara Mengajukan Pembaruan Data Jika Tidak Sesuai
Bagi masyarakat yang merasa masih memenuhi syarat namun bantuannya terhenti, tersedia mekanisme pembaruan data.
Pengajuan dapat dilakukan melalui:
- Aplikasi Cek Bansos dari Kementerian Sosial
- Kantor desa atau kelurahan setempat
Setelah pengajuan, data akan diverifikasi dan dilakukan survei ulang. Hasilnya akan dinilai kembali oleh BPS. Perubahan status biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan hingga terlihat di sistem.
Perlu dipahami bahwa aparat desa maupun pendamping sosial tidak memiliki kewenangan menentukan desil. Mereka hanya melakukan pendataan lapangan, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan BPS sebagai dasar kebijakan dari Kementerian Sosial.
Bantuan Tambahan Ramadan 2026
Selain bansos reguler, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan selama Ramadan 2026 berupa beras dan minyak goreng. Setiap keluarga direncanakan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan selama dua bulan. Jadwal penyaluran dapat berbeda di tiap daerah.
Pemerintah menegaskan bahwa bantuan pangan tidak boleh diperjualbelikan. Jika terbukti dijual, penerima berisiko tidak lagi mendapatkan bantuan pada tahap berikutnya.
Cara Cek Status Penerima Bansos 2026
- Buka situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan NIK sesuai KTP.
- Ketik kode verifikasi yang muncul di layar (refresh jika kurang jelas).
- Klik tombol “CARI DATA”.
Jika belum terdaftar tetapi berada di desil 1–4, masyarakat disarankan segera mengajukan usulan melalui aplikasi atau pemerintah desa agar dapat diverifikasi.
Kesimpulan
Penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2026 masih berlangsung secara bertahap. Bagi yang belum menerima, penting memahami faktor penyebab seperti perubahan desil, masalah aktivasi KKS, atau keterbatasan kuota. Pastikan rutin mengecek status dan memperbarui data melalui jalur resmi agar peluang menerima bantuan tetap terbuka.
Sumber
https://radartulungagung.jawapos.com/nasional/767221336/bansos-pkh-dan-bpnt-tahap-1-2026-belum-cair-di-kks-ini-penyebab-cara-usul-ulang-dan-jadwal-beras-mingor-ramadan?page=3




