Sahur adalah momen istimewa yang membawa berkah bagi umat Muslim saat menunaikan ibadah puasa. Meski hanya dengan meneguk air atau mengonsumsi makanan sederhana, sahur tetap dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan dan termasuk sunnah yang dicontohkan dalam Islam.
Selain menjadi persiapan fisik sebelum berpuasa, sahur juga berfungsi untuk memperkuat niat dalam melaksanakan puasa Ramadan.
Melalui sahur, seorang Muslim dapat memulai hari dengan kesadaran penuh dan kesiapan untuk menunaikan ibadah puasa sebagai kewajiban di bulan suci.
Dilansir dari Detik.com danMenurut buku Fiqih Puasa karya Dr. Thoat Stiawan dkk., waktu yang disunnahkan untuk sahur adalah menjelang shalat Subuh, dan sebaiknya berhenti sebelum adzan setelah membaca sekitar lima puluh ayat Al-Qur’an.
Di Indonesia, istilah ini dikenal dengan imsak, namun imsak bukanlah batas sahur yang sesungguhnya; batas yang sebenarnya adalah terbitnya fajar.
Niat Sahur Puasa Ramadan 2026
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضٍ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardi shahri Ramadana hadhihis-sanati lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Saya berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Niat Sahur Puasa Ramadan 2026 Sebulan Penuh
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma shahri Ramadāna kullihi lillāhi Ta’ālā.
Artinya: “Saya berniat berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan ini karena Allah Ta’ala.”
Doa Sebelum dan Sesudah Sahur
Berdasarkan buku Inden Surga pada Hari Senin dan Kamis karya Ridhoul Wahidi, membaca doa sebelum dan sesudah makan adalah amalan yang dianjurkan dalam Islam, termasuk ketika sahur di bulan Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda: “Sekiranya ia mengucapkan ‘Bismillah’ niscaya (dua suapannya) dapat mencukupi kalian. Jika salah seorang dari kalian menyantap makanan, hendaknya ia membaca ‘Bismillah’, jika lupa membacanya hendaknya ia mengucapkan, ‘Bismillahi fi awwalihi wa akhirihi (dengan nama Allah untuk permulaan dan selesainya)’.” (HR. Ibnu Majah)
Berikut doa sebelum sahur:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Allaahumma baarik lanaa fii maa razaqtanaa waqi-naa ‘adzaaban naar.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”
Berikut doa sesudah sahur:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ
Latin: Alhamdu lillaahil ladzii ath’amanaa wasaqaanaa waja’alanaa muslimiin.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minuman kepada kami, serta menjadikan kami sebagai orang-orang beragama Islam.”
Doa Buka Puasa
Doa Buka Puasa Versi Pertama
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin: Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, aku berpuasa untuk-Mu, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa Buka Puasa Versi Kedua
Adapun doa berbuka puasa yang diriwayatkan secara shahih dari Nabi SAW berasal dari hadis yang disampaikan oleh Ibnu Umar RA, bahwa Nabi Muhammad SAW ketika berbuka puasa beliau mengucapkan:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
Latin: Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allahu ta’ala.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta’ala.” (HR. Abu Dawud, Daruquthni, Hakim, dan Nasa’i. Daruquthni mengatakan bahwa hadis ini isnad-nya shahih).
Kesimpulan
Bacaan niat sahur Ramadan penting untuk meneguhkan niat berpuasa, dan bisa dilafalkan dalam bentuk Arab, Latin, serta disertai artinya agar ibadah puasa sah dan penuh berkah.
Sumber Referensi
https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8363311/niat-sahur-puasa-ramadan-lengkap-arab-latin-dan-artinya-agar-puasa-sah




