Berdasarkan hasil sidang isbat yang diumumkan oleh Menteri Agama RI, umat Islam di Indonesia dijadwalkan mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1447 H pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Puasa Ramadhan merupakan kewajiban ibadah selama satu bulan penuh yang diperintahkan langsung melalui Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183-184. Sebagai langkah awal untuk menjalankan ibadah ini secara sah, niat menjadi rukun atau syarat mutlak yang harus dilakukan oleh setiap muslim sebelum memulai ibadahnya.
Niat Berpuasa Ramadhan
Di Indonesia terdapat dua kebiasaan yang berbda di kalangan umat Islam dalam membaca niat puasa Ramadhan.
Cara yang umum dilakukan oleh masyarakat adalah membacakan niat puasa setiap malam, sementara sebagian lain membaca niat sekali pada awal bulan untuk diniatkan selama sebulan penuh.
Niat Puasa Ramadhan Harian
Niat puasa Ramadhan harian yaitu niat yang dilafalkan setiap malam sebelum fajar menyingsing.
Bacaan niatnya adalah: “Nawaitu shauma ghadin ‘an ‘adaa’i fardhu shyahri ramadhaana hadzihis-sanati lillaahi ta’aalaa” yang berarti niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini.
Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh
Niat puasa Ramadhan sebulan penuh adalah niat yang dibaca sekali pada malam pertama Ramadhan.
Bacaannya adalah: “Nawaitu shauma jamii’i shyahri ramadhaana hadzihis-sanati fardhu lillaahi ta’aalaa”.
Praktisnya niat sebulan penuh ini didasarkan pada pandangan Mazhab Maliki yang menganggap puasa Ramadhan sebagai satu kesatuan ibadah.
Hukum Membaca Niat Puasa Sebulan Penuh
Terdapat perbedaan pandangan antar mazhab mengenai tata cara niat puasa Ramadhan ini. Mazhab Syafi’I yang merupakan mayoritas dianut di Indonesia, mewajibkan niat dilakukan setiap malam (tabyit) berdasarkan hadis Nabi yang menyatakan bahwa tidak sah puasa seseorang jika tidak berniat sebelum fajar. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap memperbarui niat setiap malam. Namun, para ulama juga memperbolehkan penggunaan niat sebulan penuh (Mazhab Maliki) sebagai langkah antisipasi jika di kemudian hari seseorang lupa membaca niat harian, sehingga puasanya tetap dianggap sah.
Waktu Membaca Niat Puasa Ramadhan
Waktu yang tepat untuk membaca niat puasa adalah mulai dari terbenamnya matahari (masuk waktu Maghrib) hingga sesaat sebelum terbit fajar (waktu Subuh). Penting untuk dipahami bahwa letak niat yang sesungguhnya adalah di dalam hati. Meskipun melafalkan niat secara lisan (talaffuz) dianggap baik oleh sebagian ulama untuk membantu kemantapan hati, namun yang menjadi syarat sah utama adalah kesadaran dan ketetapan hati untuk berpuasa esok hari.
Kesimpulan
Dengan memahami panduan niat ini, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 2026 dengan sempurna dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Sumber
https://www.detik.com/sulsel/berita/d-8360131/niat-berpuasa-ramadhan-2026-lengkap-sebulan-penuh-dan-harian




