Umat Islam yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan kerap mencari panduan doa yang dapat dibaca setelah menyelesaikan shalat tarawih. Bacaan doa ini bertujuan memperkuat hubungan spiritual, memohon ampunan dosa, serta memohon rahmat dan keberkahan dari Allah SWT setelah rangkaian ibadah malam.
Ibadah Tarawih dan Doa, Sebuah Tradisi Spiritual Ramadan
Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setelah sholat Isya pada malam-malam Ramadan. Meski bukan wajib secara syariat, amalan ini sangat dianjurkan karena termasuk cara memperbanyak pahala dan memperkuat ketakwaan di bulan suci. Umat muslim yang memang ingin mendekatkan diri kepada Allah sering menutup rangkaian ibadah malam ini dengan doa dan dzikir.
Dalam tradisi umat Islam, setelah selesai tarawih dan terkadang witir, ada bacaan doa yang dikenal dengan sebutan Doa Kamilin. Bacaan ini tidak wajib, tetapi dianjurkan oleh banyak ulama sebagai bentuk permohonan kepada Allah atas segala kebaikan dan ampunan.
Apa Itu Doa Kamilin dan Maknanya?
Dilansir dari laman jakarta.nu Doa yang disebut Kamilin bermakna permohonan agar seorang hamba termasuk dalam golongan kaum yang sempurna keimanannya. Doa ini memuat permintaan agar diberikan kemampuan menjalankan kewajiban dan sunnah, memohon petunjuk, perlindungan dari hal sia-sia, serta keberkahan di dunia dan akhirat.
Selain itu, doa ini juga mencakup permohonan agar mendapatkan tempat di surga dengan kenikmatan dan kebahagiaan bersama para nabi, orang-orang yang jujur, syuhada, dan orang-orang saleh. Sebagai doa sunnah, Kamilin menjadi bacaan yang sering dijadikan penutup setelah tarawih dan witir.
Bacaan Doa Setelah Selesai Sholat Tarawih (Arab dan Terjemahan)
اللّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيمَانِ كَامِلِينَ وَلِفَرَائِضِكَ مُؤَدِّينَ وَعَلَى الصَّلَوَاتِ مُحَافِظِينَ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِينَ وَلِعَفْوِكَ رَاجِعِينَ وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِينَ وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِينَ وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِينَ وَبِالْقَضَاءِ رَاضِينَ وَلِلنِّعَمِ شَاكِرِينَ وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ وَعَلَى سَرِيرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِينَ وَبِحُورٍ عِينٍ مُتَزَوِّجِينَ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيبَاجٍ مُتَلَبِّسِينَ وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِينَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang sempurna keimanan, melaksanakan kewajiban, menjaga shalat, menunaikan zakat, yang mencari segala kebaikan di sisi-Mu dan memohon ampunan dari-Mu. Jadikan kami berpegang pada petunjuk, menjauhi hal sia-sia, hidup dengan zuhud di dunia, dan rindu kepada akhirat. Ridha dengan ketentuan Mu, bersyukur atas nikmat Mu, sabar atas ujian Mu, serta tempatkan kami di surga dengan kenikmatan bersama para nabi, orang-orang yang benar, syuhada, dan orang-orang saleh…”
Etika dan Waktu Membaca Doa Setelah Tarawih
Agar doa yang dipanjatkan terasa lebih bermakna, ada beberapa etika yang bisa diamalkan:
- Duduk dengan tenang setelah salam terakhir Sholat Tarawih memberi waktu untuk fokus sebelum berdoa.
- Perbanyak dzikir dan tasbih seperti pengakuan atas kebesaran Allah setelah ibadah.
- Ulangi bacaan dengan ikhlas dan penuh pengharapan kepada Allah SWT karena itulah makna inti dari doa.
Kesimpulan
Doa setelah selesai sholat tarawih termasuk bacaan yang dikenal sebagai Doa Kamilin—menjadi bagian aktivitas batin yang dianjurkan bagi umat Islam selama Ramadan. Meski bukan doa wajib menurut syariat, praktik memperbanyak doa, dzikir, dan permohonan ampun dianggap sebagai langkah memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta dan memperluas harapan akan keberkahan hidup di dunia dan akhirat.
Ajakan: Untuk memperdalam ibadah Ramadan, luangkan waktu sejenak setelah tarawih untuk memperbanyak doa dan renungan batin.
Sumber
https://jakarta.nu.or.id/syariah/shalat-witir-dilakukan-setelah-tarawih-atau-tahajud-ini-penjelasannya-UAFpk




