Menjelang bulan Ramadan dan momen iftar setiap harinya, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa buka puasa sebagai bentuk syukur sekaligus refleksi spiritual setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Bagi penganut ajaran Muhammadiyah, bacaan doa ini juga memiliki dasar yang jelas dalam hadis dan dipraktikkan secara luas di komunitas Muslim Indonesia. Artikel ini menyajikan bacaan doa Muhammadiyah lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan terjemahan serta penjelasan ringkas tentang latar belakang dan maknanya berdasarkan sumber resmi.
Pentingnya Membaca Doa Saat Berbuka Puasa
Berbuka puasa bukan hanya sekadar menikmati makanan dan minuman setelah menunaikan ibadah puasa seharian, tetapi juga menjadi momen spiritual yang penuh keberkahan. Rasulullah SAW menegaskan bahwa waktu berbuka termasuk salah satu waktu mustajab untuk berdoa, dan doa yang dipanjatkan pada saat itu mempunyai kedudukan penting dalam praktik ibadah seorang Muslim. Dilansir dari laman muhammadiyah Bacaan doa buka puasa menurut organisasi Muhammadiyah umumnya merujuk pada hadis sahih yang diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad SAW membaca doa tertentu saat berbuka.
Bacaan Doa Buka Puasa (Arab, Latin, Terjemahan)
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabaz zhama’u, wabtallatil ‘uruqu, wa tsabatal ajru, in sya Allah
Artinya “Telah hilanglah rasa haus dan urat-urat telah basah, dan insya Allah pahala telah ditetapkan (untuk kita).”
Doa ini dianjurkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah berdasarkan hadis yang menjelaskan bahwa Nabi SAW mengucapkannya ketika berbuka puasa. Bacaan ini mencerminkan penyelesaian fase puasa, yaitu dihilangkan dahaga dan basahnya badan setelah menahan lapar dan haus seharian.
Makna dan Hikmah di Balik Doa
Refleksi Spiritual Setelah Puasa
Doa ini membantu seorang Muslim menyadari bahwa:
- Lapar dan dahaga yang dirasakan telah usai, pertanda puasa telah dijalankan dengan baik.
- Tubuh kembali menerima nikmat makanan dan minuman, yang merupakan bagian dari rezeki Allah.
Mengucapkan doa ketika berbuka puasa juga memperkuat hubungan antara hamba dan Pencipta dengan sikap syukur atas nikmat yang diberikan. Hal ini selaras dengan anjuran membaca doa sebagai bentuk penghambaan dan rasa terima kasih.
Doa sebagai Momen Mustajab
Menurut ajaran Islam secara umum, termasuk yang dirangkum oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), doa yang dipanjatkan saat berbuka puasa termasuk waktu yang penuh keberkahan dan mustajab, karena pada saat itu seorang hamba merasa betul-betul bergantung kepada Allah setelah menahan lapar dan dahaga seharian.
Cara dan Waktu Membaca Doa Buka Puasa
Pemahaman ulama berbeda sedikit tentang waktu persisnya membaca doa buka puasa; ada yang membaca saat hendak membuka makanan/minuman, dan ada pula yang membaca setelah benar-benar berbuka. Namun, berdasarkan penjelasan yang umum di Muhammadiyah, doa ini biasa dibaca sesudah membatalkan puasa dengan makanan/minuman, karena maknanya menunjukkan bahwa rasa haus telah hilang.
Kesimpulan
Bacaan doa buka puasa menurut ajaran Muhammadiyah memiliki dasar yang kuat dalam hadis sahih dan merupakan bagian penting dari ibadah puasa yang dijalankan oleh umat Islam. Doa yang berbunyi “ذَهَبَ الظَّمَأُ…” menunjukkan syukur setelah rasa haus hilang dan tubuh kembali menerima nikmat rezeki.
Membacanya secara khusyuk dan sesuai tuntunan membantu seorang Muslim memaknai setiap momen puasa sebagai bentuk ibadah yang dekat dengan Allah. Pastikan selalu merujuk kepada sumber resmi seperti situs Muhammadiyah.or.id untuk praktik ibadah yang akurat dan sesuai tuntunan.
Sumber




