Menjelang pergantian tahun, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai gelisah: apakah bantuan PKH dan BPNT masih berlanjut atau justru dihentikan? Kekhawatiran ini wajar karena pemerintah melakukan penataan ulang penerima agar bantuan tepat sasaran.
Alih-alih menunggu kabar simpang siur, kamu sebenarnya bisa membaca tanda-tanda sejak sekarang. Artikel ini disusun dengan pendekatan berbeda lebih reflektif dan berbasis kondisi lapangan untuk membantu kamu menilai apakah bansos masih berpeluang cair di 2026.
Kenapa Banyak KPM Tak Lagi Otomatis Terima Bansos
Mulai 2026, bantuan sosial tidak lagi bersifat “otomatis lanjutan”. Pemerintah ingin memastikan bansos tidak berhenti pada kelompok yang sama, sementara warga lain yang lebih membutuhkan belum tersentuh.
Melalui pembaruan data oleh Kementerian Sosial, status KPM bisa berubah berdasarkan kondisi ekonomi terbaru, bukan semata riwayat penerimaan sebelumnya.
Bagaimana Pemerintah Menentukan Kelayakan 2026
Penilaian kelayakan bansos kini bertumpu pada beberapa aspek utama:
- Posisi desil kesejahteraan
- Riwayat pencairan bansos sebelumnya
- Hasil verifikasi dan survei lapangan
- Sinkronisasi data KTP dan KK dengan Dukcapil
Jika salah satu aspek bermasalah, status bansos bisa tertunda bahkan dihentikan.
Tanda Kuat Bansos Masih Berlanjut
Berikut kondisi yang umumnya menunjukkan bansos PKH dan BPNT masih aman di 2026:
Masuk Kelompok Ekonomi Prioritas
KPM yang berada pada desil 1–5 masih menjadi sasaran utama bantuan sosial. Semakin rendah desil, semakin besar peluang bansos berlanjut.
Riwayat Pencairan Akhir 2025 Normal
Jika PKH atau BPNT kamu cair hingga akhir 2025 tanpa kendala, itu sinyal bahwa data tidak bermasalah dan masih aktif di sistem.
Status Rekening Masih Aktif
KPM yang di sistem tercatat aktif atau SI (Standing Instruction) meski belum menerima di akhir Desember biasanya tetap diproses di termin susulan awal 2026.
Kelompok yang Diprioritaskan Tetap Dilindungi
Pemerintah memberikan perlindungan ekstra bagi kelompok rentan, antara lain:
- Lansia lanjut usia
- Penyandang disabilitas berat
Selama masih masuk desil prioritas, kelompok ini umumnya tidak langsung digraduasi, meskipun sudah lama menerima bansos.
Risiko Terhenti Meski Tahun Lalu Masih Dapat
Sebaliknya, bansos bisa terhenti jika:
- Sudah menerima PKH lebih dari 5 tahun dan dinilai mampu
- Hasil survei lapangan menunjukkan peningkatan ekonomi
- Ada anggota keluarga yang bekerja tetap atau bergaji UMP
- Data KTP/KK tidak sinkron atau bermasalah
Inilah yang sering membuat warga heran karena “tahun lalu dapat, tahun ini tidak”.
Kuota dan Besaran Bansos Tahun 2026
Secara nasional, kuota bansos tidak banyak berubah:
- PKH: sekitar 10 juta KPM
- BPNT: sekitar 18 jutaan KPM
Hingga kini belum ada informasi resmi soal kenaikan nominal, sehingga besarannya diperkirakan sama seperti tahun 2025.
Langkah Bijak Agar Tidak Kehilangan Hak
Agar peluang bansos tetap terjaga, lakukan langkah berikut:
- Rutin cek status di aplikasi Cek Bansos
- Pastikan data KTP dan KK selalu valid
- Laporkan perubahan kondisi ekonomi ke desa
- Ajukan sanggahan jika merasa masih layak
- Aktif berkomunikasi dengan pendamping sosial
Langkah sederhana ini sering menjadi penentu apakah bantuan berlanjut atau tidak.
Penutup
Bansos PKH dan BPNT di 2026 tidak diberikan secara acak. Ada pola, ada indikator, dan ada logika kebijakan di baliknya. Jika kondisi ekonomi kamu masih masuk kategori prioritas dan data kependudukan valid, peluang bansos tetap cair masih sangat terbuka.
Daripada menunggu kepastian dari kabar tidak resmi, lebih baik aktif mengecek dan memastikan status sendiri. Dengan begitu, hak bantuan bisa tetap terjaga di tahun 2026.




