Ramdhan 2026 banyak masyarakat bertanya apakah aktivitas sehari-hari bisa membatalkan puasa. Mulai dari menyikat gigi, bekerja berat, hingga menelan air liur, kerap memunculkan kebingungan. Agar ibadah tetap sah dan tenang dijalankan, penting memahami mana yang benar-benar membatalkan puasa dan mana yang tidak.
Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang bisa merusak keabsahannya. Informasi yang tepat dibutuhkan agar umat Islam tidak terjebak pada mitos atau kesalahpahaman yang beredar di masyarakat.
Aktivitas yang Jelas Membatalkan Puasa
Dilansir dari nu.or.id, ada sejumlah hal membatalkan puasa jika dilakukan dengan sengaja. Berikut di antaranya:
- Makan dan minum dengan sadar saat berpuasa
Puasa batal jika seseorang sengaja makan atau minum di siang hari Ramadhan. Namun, jika lupa lalu makan atau minum, puasa tetap sah dan boleh dilanjutkan. - Muntah dengan sengaja
Jika seseorang sengaja memuntahkan isi perut, puasanya batal. Tetapi jika muntah terjadi tanpa disengaja, seperti karena sakit atau mual tiba-tiba, puasa tetap sah. - Berhubungan suami istri di siang hari Ramadhan
Melakukan hubungan suami istri di waktu puasa membatalkan puasa dan termasuk pelanggaran berat. Selain wajib mengganti puasa, juga ada kewajiban kafarat (denda) sesuai ketentuan fikih. - Keluar air mani secara sengaja
Puasa batal jika air mani keluar karena rangsangan yang disengaja, seperti onani atau aktivitas yang memicu syahwat. Namun, jika terjadi mimpi basah saat tidur, puasa tetap sah. - Haid atau nifas bagi perempuan
Perempuan yang mengalami haid atau nifas otomatis batal puasanya, meskipun terjadi di akhir waktu puasa. Puasa yang ditinggalkan wajib diganti di luar Ramadhan. - Hilang akal, seperti pingsan seharian atau gila
Puasa mensyaratkan kesadaran penuh. Jika seseorang kehilangan akal sepanjang hari, seperti pingsan total atau gangguan jiwa, puasanya tidak sah karena tidak memenuhi syarat mukallaf. - Murtad (keluar dari Islam)
Keluar dari Islam membatalkan seluruh amal ibadah, termasuk puasa. Jika kembali memeluk Islam, ibadah harus dimulai kembali sesuai ketentuan syariat.
Aktivitas yang Sering Disalahpahami
Di sisi lain, ada aktivitas yang sering dianggap membatalkan puasa padahal tidak, selama dilakukan dengan hati-hati dan tidak disengaja.
Misalnya, menelan air liur sendiri tidak membatalkan puasa karena merupakan proses alami tubuh. Begitu juga berkeringat yang tidak ada kaitannya dengan batalnya.
Namun, umat Islam tetap dianjurkan menjaga kehati-hatian. Jika suatu aktivitas berpotensi menyebabkan hal yang membatalkan puasa, sebaiknya dihindari agar ibadah tetap terjaga dengan sempurna.
Perkara yang Makruh Saat Puasa
Dilansir dari detik.com, Selain hal yang membatalkan, ada juga perbuatan yang tidak membatalkan tetapi sebaiknya dihindari karena mengurangi kesempurnaan puasa.
Beberapa contohnya:
- Berkumur berlebihan
- Menggosok gigi terlalu dalam
- Melakukan hal yang memancing syahwat
Perbuatan ini tidak membatalkan puasa, tetapi bisa mengurangi nilai ibadah jika tidak dijaga dengan baik.
Kesimpulan
Tidak semua aktivitas sehari-hari membatalkan puasa. Selama tidak termasuk dalam hal-hal yang secara jelas membatalkan, puasa tetap sah dijalankan. Umat Islam dianjurkan memahami batasan fikih agar ibadah lebih tenang dan khusyuk. Menjelang Ramadhan, penting untuk memperbanyak literasi keislaman dari sumber terpercaya. Dengan pemahaman yang tepat, puasa tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga lebih bermakna secara spiritual.
Sumber Referensi
- https://nu.or.id/ramadhan/10-hal-yang-membatalkan-puasa-m0mSh
- https://www.detik.com/jogja/berita/d-7266151/9-perbuatan-yang-makruh-dilakukan-saat-berpuasa-muslim-wajib-tahu




