Bantuan sosial menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membantu masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Salah satu program yang masih terus berjalan hingga kini adalah Bansos BPNT atau Bantuan Pangan Non Tunai.
Program ini dirancang untuk memastikan keluarga miskin dan rentan miskin tetap memiliki akses terhadap bahan pangan pokok yang bergizi, tanpa harus menerima bantuan dalam bentuk uang tunai.
Lantas, apa sebenarnya BPNT itu, bagaimana cara kerjanya, dan manfaat apa saja yang bisa dirasakan oleh keluarga penerima manfaat? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu BPNT?
BPNT merupakan kepanjangan dari Bantuan Pangan Non Tunai, yaitu program bantuan sosial pemerintah yang diberikan dalam bentuk saldo elektronik untuk membeli kebutuhan pangan. Bantuan ini disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau Kartu Combo kepada keluarga penerima manfaat.
Tidak seperti bantuan tunai yang bebas digunakan, saldo BPNT hanya dapat dipakai untuk membeli bahan makanan pokok di e-warung atau agen bank yang telah ditunjuk pemerintah. Penerapan sistemMendorong Inklusi Keuangan non-tunai ini bertujuan agar bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, bukan untuk keperluan lain di luar itu.
Program BPNT mulai diterapkan secara nasional sejak tahun 2017 sebagai pengganti program Rastra (Beras Sejahtera) yang sebelumnya disalurkan dalam bentuk beras fisik. Mengacu pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 20 Tahun 2019, BPNT ditetapkan sebagai salah satu program utama perlindungan sosial bagi keluarga miskin dan rentan miskin.
Tujuan Program BPNT
Pemerintah menghadirkan BPNT dengan sejumlah tujuan strategis untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berikut sejumlah tujuan Program BPNT yang dilansir dari laman Handarusakti.co :
- Mengurangi Beban Pengeluaran Keluarga Miskin
- Memberikan Nutrisi yang Lebih Baik
- Mengurangi Kebocoran dan Penyalahgunaan
- Menggerakkan Ekonomi Lokal
- Mendorong Inklusi Keuangan
Siapa Saja yang Berhak Menerima BPNT?
BPNT ditujukan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tergolong keluarga miskin atau rentan miskin berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data penerima ini ditetapkan oleh Kementerian Sosial melalui proses pemutakhiran yang melibatkan dinas sosial daerah, aparat RT/RW, serta verifikasi lapangan oleh pendamping sosial.
Kriteria Penerima BPNT
Agar bisa menerima BPNT, sebuah keluarga harus memenuhi beberapa persyaratan berikut:
- Terdaftar dalam DTKS Kemensos sebagai keluarga miskin atau rentan miskin.
- Masuk dalam kelompok desil 1–3, yaitu kategori kesejahteraan terendah.
- Tidak sedang menerima bantuan sosial lain yang sejenis atau nilainya melebihi BPNT.
- Memiliki anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah tangga.
- Tidak termasuk keluarga mampu, seperti memiliki kendaraan bermotor, lahan luas, atau penghasilan tetap di atas garis kemiskinan.
Berapa Jumlah Penerima BPNT?
Jumlah penerima BPNT tidak bersifat tetap dan dapat berubah setiap tahun, menyesuaikan dengan alokasi anggaran negara serta hasil pemutakhiran data. Berdasarkan informasi Kementerian Sosial, pada tahun 2026 terdapat sekitar 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat yang tercatat sebagai penerima BPNT di seluruh Indonesia.
Angka tersebut bisa bertambah atau berkurang seiring kebijakan pemerintah, perubahan tingkat kemiskinan, proses graduasi (keluarga yang sudah sejahtera dikeluarkan dari program), serta masuknya keluarga miskin baru ke dalam daftar penerima.
Besaran Bantuan BPNT
Nilai bantuan BPNT telah mengalami beberapa kali penyesuaian sejak pertama kali diberlakukan. Mulai Januari 2026, setiap KPM memperoleh bantuan sebesar Rp200.000 per bulan yang disalurkan langsung ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Nominal ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang sempat berada di angka Rp150.000 dan Rp110.000 per bulan.
Penyesuaian besaran bantuan ini dilakukan dengan mempertimbangkan inflasi dan kenaikan harga bahan pangan pokok, agar daya beli penerima tetap terjaga. Mengacu pada Peraturan Menteri Sosial terbaru, nominal BPNT juga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi ekonomi dan kebijakan fiskal pemerintah.
Bantuan umumnya disalurkan setiap bulan, biasanya pada awal bulan atau minggu pertama, langsung masuk ke rekening elektronik yang terhubung dengan KKS. Saldo tersebut dapat langsung digunakan untuk berbelanja kebutuhan pangan di e-warung atau agen bank yang telah ditunjuk.
Kesimpulan
Agar tetap berpeluang menerima bantuan, masyarakat diimbau untuk memastikan data kependudukan selalu valid dan aktif memperbarui data melalui desa atau aplikasi Cek Bansos Kemensos.
Sumber refrensi
-
https://handarusakti.co.id/apa-itu-bpnt-bansos-bpnt-dan-manfaatnya-untuk-keluarga-penerima-manfaat/



