Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada tahun 2026 diprediksi akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang signifikan. Berdasarkan data terbaru dari MetroTVNews.com, estimasi perputaran uang selama periode libur tersebut ditaksir mencapai angka fantastis sebesar Rp9,06 triliun.
Lonjakan aktivitas ekonomi ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam merayakan momen kebersamaan, sekaligus menunjukkan pemulihan daya beli yang kian stabil di berbagai daerah di Indonesia.
Sektor Penopang Utama
Beberapa sektor industri menjadi penyumbang terbesar terhadap angka perputaran uang tersebut:
Biaya Perjalanan Masyarakat
Sektor pariwisata dan transportasi menempati posisi teratas seiring dengan meningkatnya jumlah perjalanan domestik. Masyarakat banyak memanfaatkan waktu libur untuk pulang kampung atau berwisata ke destinasi yang kental dengan nuansa Imlek, seperti Singkawang, Semarang, hingga kawasan pecinan di Jakarta.
Hal ini berdampak langsung pada tingkat okupansi hotel, penyewaan kendaraan, serta peningkatan volume penumpang pada moda transportasi udara, laut, dan darat.
Sumbangan Sektor Pariwisata
Angka Rp9,06 triliun ini tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, tetapi juga terdistribusi ke berbagai wilayah di Indonesia. Aliran dana dari kota ke daerah melalui pemudik atau wisatawan memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Penjualan produk lokal, oleh-oleh khas daerah, dan kuliner tradisional mengalami pertumbuhan yang menggembirakan, sehingga mampu menggerakkan roda ekonomi di tingkat akar rumput.
Ektor Ritel dan Konsumsi Rumah Tangga
Tradisi jamuan makan malam keluarga, pembelian hantaran atau parsel, serta belanja pakaian baru menjadi pemicu utama. Berdasarkan data dari Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), target transaksi selama periode Imlek hingga Ramadan dan Idulfitri mencapai angka 53,38 triliun rupiah.
Jika diasumsikan 5 persen diantaranya terjadi saat libur Imlek, maka transaksi ritel pada periode ini sekitar 2,669 triliun rupiah. Pusat-pusat perbelanjaan dan pasar tradisional melaporkan peningkatan transaksi untuk komoditas pangan, pernak-pernik dekorasi, hingga perhiasan.
Tidak ketinggalan, sektor jasa hiburan seperti bioskop, restoran, dan taman rekreasi juga turut kecipratan “cuan” dari membludaknya pengunjung selama hari libur nasional tersebut.
Kesimpulan
Optimisme terhadap perputaran uang sebesar Rp9,06 triliun ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun 2026.
Sumber
https://www.metrotvnews.com/read/NxGCPy36-libur-imlek-2026-perputaran-uang-ditaksir-capai-rp9-06-triliun




