Menyambut bulan suci Ramadhan bukan sekadar menyiapkan sahur dan buka puasa. Di berbagai daerah di Indonesia, umat Muslim mempunyai tradisi budaya unik yang sarat makna untuk menyambut kedatangan bulan penuh berkah ini.
Salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini adalah Punggahan sebuah ritual bermakna yang dilakukan masyarakat jelang Ramadhan. Tradisi ini menarik untuk dipahami, terutama menjelang Ramadhan 1447 H yang akan segera tiba.
Apa Itu Tradisi Punggahan?
Dilansir dari lamaan antaranews Punggahan, juga dikenal sebagai Munggahan dalam beberapa daerah, adalah tradisi yang dilakukan umat Islam di Indonesia menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa munggah yang berarti “naik” atau “menaik”. Secara simbolis, tradisi ini bermakna meningkatkan kualitas iman dan kebersihan hati sebelum memasuki bulan puasa yang mulia.
Tradisi ini umumnya dilakukan beberapa hari hingga satu minggu sebelum Ramadan dimulai, sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat. Tujuan utama punggahan bukan hanya aspek budaya, tetapi juga dimaknai sebagai momen persiapan spiritual dan sosial bagi umat Muslim.
Tujuan Spiritual dan Sosial Punggahan
Secara umum, punggahan memiliki beberapa tujuan penting yang membuatnya relevan untuk dibaca dan dipahami saat ini:
- Meningkatkan Kesiapan Spiritual
Punggahan menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa Ramadhan akan segera tiba. Tradisi ini mendorong individu untuk lebih memfokuskan diri pada persiapan ibadah dan meningkatkan keimanan baik secara lahir maupun batin. Ini penting karena Ramadhan merupakan bulan yang penuh pahala dan kesempatan memperbanyak amal shaleh. - Rasa Syukur Kepada Allah SWT
Kegiatan ini juga mencerminkan rasa syukur atas kesempatan bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Umat Muslim percaya bahwa dipertemukannya seseorang dengan bulan suci adalah nikmat besar dari Allah SWT yang patut disyukuri. - Mempererat Silaturahmi
Salah satu aspek sosial yang khas dari punggahan adalah kumpul bersama keluarga, kerabat, tetangga, atau bahkan warga kampung. Melalui makan bersama, doa bersama, dan percakapan hangat, silaturahmi menjadi semakin kuat. Nilai ini penting terutama di masa modern yang rentan terhadap individualisme. - Saling Memaafkan dan Doa Bersama
Tradisi punggahan sering disertai dengan doa bersama, tahlil, dan saling memohon maaf antar sesama sehingga menghadirkan suasana kebersamaan dan pengampunan sebelum bulan puasa dimulai. Ada pula praktik ziarah kubur untuk mendoakan leluhur sebagai bentuk penghormatan dan doa – bagian dari tradisi yang kuat dalam konteks Islam Nusantara.
Pelaksanaan Punggahan di Berbagai Daerah
Cara pelaksanaan punggahan bisa berbeda-beda antar daerah:
- Di Jawa tradisi punggahan dilakukan dengan makan bersama, ceramah, doa, dan pengajian yang dipimpin tokoh agama setempat.
- Di Sumatera Utara, masyarakat sering berkumpul di masjid atau tempat umum, membawa makanan dari rumah untuk didoakan bersama sebelum menikmati hidangan bersama.
- Ada pula komunitas yang menjadikannya sebagai sarana pertemuan komunitas untuk saling bersilaturahmi, bersyukur, serta saling memaafkan.
Meski nama dan detailnya bisa berbeda terkadang disebut munggahan esensi nilai punggahan tetap sama di seluruh Nusantara: persiapan hati dan sosialisasi umat Muslim menjelang Ramadhan.
Pandangan Keagamaan
Dilansir dari laman nu.or.id sampai saat ini, tradisi punggahan tidak bertentangan dengan syariat Islam, karena fokusnya adalah doa, silaturahmi, dan persiapan spiritual.
Banyak ulama menyebutkan bahwa melakukan kumpul bersama menjelang Ramadhan untuk meningkatkan takwa dan saling bermaaf-maafan merupakan tindakan yang dianjurkan dalam Islam, selama tidak melibatkan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama.
Kesimpulan
Tradisi Punggahan merupakan salah satu wujud keunikan budaya Islam Nusantara, yang memadukan nilai keagamaan dan budaya lokal dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Melalui doa bersama, makan bersama, silaturahmi, dan refleksi spiritual menjelang puasa, masyarakat tidak hanya menyiapkan fisik, tetapi juga mempersiapkan hati dan jiwa untuk menjalankan ibadah di bulan penuh berkah. Tradisi ini patut dilestarikan selaras dengan nilai Islam yang memupuk kebersamaan, pengampunan, dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Sumber
- https://lampung.nu.or.id/keislaman/punggahan-tradisi-islam-nusantara-menjelang-puasa-ramadhan-hoTGl
- https://www.antaranews.com/berita/4650157/mengenal-punggahan-tradisi-islam-nusantara-untuk-sambut-ramadhan




