Penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. Organisasi Islam besar telah menyampaikan sikap resminya lebih awal, termasuk Muhammadiyah, yang menetapkan awal puasa Ramadhan 2026 jatuh pada pertengahan Februari.
Keputusan Resmi Muhammadiyah tentang Ramadhan 1447 H
Dilansir dari laman Jawa Pos, Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini diumumkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan berlaku secara nasional serta global.
Penetapan tersebut tercantum dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang telah diterbitkan sejak Oktober 2025, sehingga warga Muhammadiyah telah mengetahui jadwal awal puasa jauh hari sebelumnya.
Waktu Penetapan
Keputusan dibuat dan diumumkan sejak tahun 2025 sebagai bagian dari kalender keagamaan Muhammadiyah.
Pihak yang Menetapkan
Keputusan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan diumumkan melalui kanal resmi organisasi.
Metode Hisab yang Digunakan Muhammadiyah
Dalam menentukan awal bulan hijriah, Muhammadiyah menggunakan hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Metode ini tidak menunggu proses pengamatan hilal secara langsung.
Penjelasan ini menegaskan bahwa penetapan Ramadhan tidak bergantung pada kondisi cuaca atau hasil rukyat di wilayah tertentu.
Prinsip Kesatuan Matla’ Global
Muhammadiyah menganut prinsip kesatuan matla’, artinya jika parameter astronomi telah terpenuhi di satu wilayah dunia, maka hasilnya berlaku secara global, termasuk di Indonesia.
Dampak Penerapan KHGT
Dengan sistem ini, Muhammadiyah dapat menetapkan hari besar Islam lebih awal dan seragam di seluruh dunia tanpa perbedaan zona regional.
Perbedaan dengan NU dan Pemerintah
Perbedaan metode kembali terlihat dalam penentuan awal Ramadhan 2026. Nahdlatul Ulama dan pemerintah masih menggunakan metode rukyat hilal sebagai dasar penetapan.
Pemerintah melalui Kementerian Agama bersama NU akan menggelar sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026, untuk menentukan apakah hilal terlihat dan menetapkan awal Ramadhan secara resmi.
Dampak Penetapan Awal bagi Masyarakat
Penetapan lebih awal oleh Muhammadiyah memberikan kepastian bagi warganya dalam menyusun agenda ibadah, persiapan puasa, serta aktivitas sosial dan pendidikan.
Namun, potensi perbedaan awal puasa antara Muhammadiyah dan NU tetap terbuka, seperti yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Sikap yang Perlu Diambil Umat Islam
Perbedaan metode penentuan awal Ramadhan merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam. Masyarakat diimbau untuk saling menghormati keputusan masing-masing organisasi dan mengikuti panduan dari ormas atau otoritas yang diyakini.
Kesimpulan
Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab dan KHGT. Sementara itu, NU dan pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat.
Perbedaan ini diharapkan tidak mengurangi semangat persatuan dan kekhusyukan umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Sumber Referensi
https://www.jawapos.com/islami/017194551/muhammadiyah-tetapkan-hari-pertama-ramadhan-jatuh-pada-18-februari-2026




