Meskipun pasar modal Indonesia menghadapi tekanan pada awal tahun 2026, Mirae Asset Sekuritas Indonesia tetap mempertahankan pandangan optimis terhadap kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dikutip dari laman Kontan.co.id, perusahaan sekuritas tersebut meyakini bahwa IHSG memiliki potensi besar untuk menembus level psikologis 10.500 pada akhir tahun 2026. Proyeksi ini tetap dipertahankan meski indeks sempat mengalami koreksi cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Tekanan Teknis IHSG
Hingga pertengahan Februari 2026, IHSG tercatat mengalami tekanan teknis dan spekulatif. Sebagai gambaran, pada penutupan perdagangan Jumat 13 Februari 2026, indeks berada di level 8.212, yang mencerminkan penurunan sekitar 5,03% sejak awal tahun (year-to-date). Namun, Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, menilai penurunan ini sebagai “koreksi sehat”. Menurutnya, koreksi ini wajar terjadi mengingat sebelumnya indeks bergerak naik terlalu cepat hingga sempat menyentuh level 9.000. Fase ini dianggap sebagai proses penyeimbangan pasar untuk mencari titik tumpu fundamental yang lebih solid.
Faktor Penggerak Indeks
Keyakinan Mirae Asset didasarkan pada fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih sangat kokoh.
Ada beberapa faktor pendorong utama (katalis positif) yang diharapkan mampu mengerek indeks ke target 10.500, yaitu:
- Potensi peningkatan konsumsi domestik
Prningkatan konsumsi domestic yang tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. - Percepatan program strategis pemerintah
Program strategis yang dimaksud seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan keberlanjutan hilirisasi industri yang diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan. - Suku bunga
Pasar menantikan kejelasan arah kebijakan suku bunga acuan global dari The Fed serta potensi penurunan suku bunga yang dapat memicu aliran modal masuk (inflow) kembali ke pasar berkembang.
Untuk mencapai target ambisius tersebut, pasar membutuhkan konsistensi inflow dana asing serta stabilitas harga komoditas global.
Perjalanan menuju 10.500 diakui masih panjang dan penuh dinamika, sehingga kejelasan sentimen dari berbagai sektor industri akan menjadi kunci utama.
Kesimpulan
Mirae Asset memperkirakan IHSG setidaknya akan bertahan di kisaran level 8.000 pada akhir tahun nanti, karena bagi Mirae Asset, volatilitas saat ini hanyalah riak jangka pendek dalam pertumbuhan jangka panjang pasar modal Indonesia.
Sumber
https://investasi.kontan.co.id/news/mirae-asset-tetap-yakin-ihsg-bisa-tembus-10500-pada-akhir-2026




