Penyakit ain belakangan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat Muslim. Istilah ini merujuk pada gangguan non-medis yang diyakini berasal dari pandangan mata yang disertai iri, dengki, atau kekaguman berlebihan tanpa menyebut nama Allah. Konsep ain sudah dikenal lama dalam tradisi Islam dan memiliki dasar dalam hadits.
Dilansir dari situs Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), penyakit ain dijelaskan sebagai gangguan spiritual yang berkaitan dengan pengaruh pandangan negatif seseorang terhadap orang lain. Berikut ulasan lengkapnya.
Pengertian Penyakit Ain
Dilansir dari UMSU, penyakit ain adalah gangguan jiwa atau spiritual dalam perspektif Islam yang diyakini muncul akibat pandangan negatif, iri hati, atau hasad dari orang lain. Ain juga sering disebut sebagai “pandangan jahat” atau “mata jahat” yang dapat memberi dampak buruk pada orang yang menjadi sasaran.
UMSB menjelaskan bahwa ain termasuk penyakit non-medis yang dipicu oleh pandangan yang disertai rasa iri dan dengki. Bahkan, pujian berlebihan tanpa menyebut nama Allah — misalnya saat memuji kecantikan, ketampanan, atau kelebihan seseorang — juga diyakini bisa memicu ain. Karena itu dianjurkan mengucapkan “Masya Allah” saat memuji.
Dalam hadits riwayat Sahih Muslim, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
“Ain itu benar adanya. Seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, maka ain bisa mendahuluinya.” (HR. Muslim No. 2188)
Gejala Penyakit Ain
Masih dilansir dari situs UMSU, gejala penyakit ain umumnya tidak selalu dapat dijelaskan secara medis.
Beberapa tanda yang sering dikaitkan antara lain:
- Rasa sakit atau cemas tanpa sebab medis jelas
- Ketidaknyamanan tubuh secara menyeluruh
- Perubahan fisik tidak wajar seperti wajah pucat atau lesu
- Gangguan tidur dan mimpi buruk
- Perubahan mood dan perilaku mendadak
- Kelelahan berlebihan dan hilang energi
- Rasa takut dan waswas berlebihan
- Gangguan emosi seperti cemas dan sedih mendalam
Dampak Penyakit Ain
Dilansir dari UMSU, kepercayaan terhadap ain dapat menimbulkan berbagai dampak pada kondisi fisik dan mental, seperti:
- Gangguan kesehatan fisik tanpa sebab jelas
- Tekanan mental dan emosional
- Stres dan kualitas hidup menurun
- Menarik diri dari lingkungan sosial
- Rasa percaya diri melemah
- Kekhawatiran berlebihan
- Gangguan tidur kronis
- Kelelahan berkepanjangan
Penyebab Penyakit Ain
Menurut penjelasan yang dilansir dari UMSU dan UMSB, beberapa hal yang diyakini menjadi penyebab ain antara lain:
- Pandangan iri dan dengki orang lain
- Hasad dan niat buruk
- Pujian tanpa menyebut nama Allah
- Kekaguman berlebihan
- Pengaruh makhluk halus (dalam sebagian keyakinan)
- Lingkungan yang dianggap negatif
- Kemarahan dan dendam
- Kemunafikan dan niat tersembunyi buruk
Bahkan disebutkan, seseorang juga bisa terkena ain dari dirinya sendiri saat memuji diri tanpa menyertakan doa keberkahan.
Cara Mencegah Penyakit Ain
Dilansir dari situs UMSB, pencegahan penyakit ain dilakukan dengan memperkuat perlindungan spiritual. Beberapa amalan yang dianjurkan:
- Membaca Ayat Al-Qur’an
- Surah Al-Fatihah
- Ayat Kursi (Al-Baqarah ayat 255)
- Surah Al-Ikhlas
- Surah Al-Falaq
- Surah Yasin ayat 9 (dalam sebagian amalan yang berkembang di masyarakat)
- Membaca Doa dan Dzikir
Rasulullah mengajarkan doa ruqyah perlindungan dari ain, yang juga dibacakan kepada Hasan dan Husein:“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu…” (HR. Muslim)
- Dzikir Pagi dan Petang
Rutin membaca dzikir pagi–petang untuk perlindungan diri. - Mengucapkan “Masya Allah” Saat Memuji
Baik saat memuji orang lain maupun diri sendiri. - Menjaga Akhlak
- Menjauhi iri dan dengki
- Menghindari ghibah dan fitnah
- Menjaga kejujuran dan niat baik
- Menjaga Ibadah Rutin
Shalat, membaca Al-Qur’an, puasa, dan sedekah untuk memperkuat ketahanan spiritual.
Sumber
- Dilansir dari situs Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (umsu.ac.id) — artikel: Penyakit Ain: Pengertian, Gejala, Dampak, Penyebab, dan Cara Mencegah
- Dilansir dari situs Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (umsb.ac.id) — artikel: Waspadai Penyakit Ain, Berikut Cara Menghindarinya
- Hadits riwayat Sahih Muslim No. 2188 tentang ain.




