Bulan suci Ramadhan bukan hanya momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah. Salah satu amalan khas yang hanya ada di bulan ini adalah salat Tarawih, yang menjadi pelengkap ibadah puasa umat Islam.
Salat Tarawih memiliki hukum sunah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Pelaksanaannya biasanya dilakukan setelah salat Isya, baik secara berjemaah maupun sendiri, dengan jumlah rakaat yang bervariasi, mulai dari 8 hingga 20 rakaat. Umumnya, Tarawih ditutup dengan salat Witir sebagai penyempurna ibadah malam.
Selain bernilai pahala besar, salat Tarawih dan Witir juga menyimpan banyak keutamaan. Berikut tujuh keutamaan yang dapat diperoleh saat menjalankannya di bulan Ramadhan.
Berikut ini 7 keutamaan salat tarawih dan witir mengutip laman Kumparan.
Salat Sunah Paling Utama di Bulan Ramadhan
Salat Tarawih dinilai sebagai salat sunah paling utama dibandingkan salat sunah lainnya. Salah satu keistimewaannya adalah dianjurkan untuk dilakukan secara berjemaah, sehingga kedudukannya hampir menyerupai salat fardu dari sisi kebersamaan dan syiar.
Keutamaan ini menjadikan Tarawih sebagai ibadah yang sangat ditekankan selama Ramadhan, terutama ketika dikerjakan bersama imam hingga selesai.
Dosa-Dosa Terdahulu Diampuni
Keutamaan besar salat Tarawih adalah pengampunan dosa yang telah lalu, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:
“Barang siapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR. Bukhari Muslim)
Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
Hadis ini menegaskan bahwa Tarawih bukan sekadar rutinitas, tetapi ibadah penuh keutamaan jika dikerjakan dengan iman dan keikhlasan.
Tarawih Berjemaah Bernilai Ibadah Semalam Penuh
Salat Tarawih dapat dilakukan sendiri atau berjemaah. Namun, berjemaah memiliki keutamaan yang lebih besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya siapa saja yang shalat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan salat semalam suntuk (semalam penuh).” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk tetap mengikuti Tarawih hingga selesai bersama imam.
Menyemarakkan dan Menghidupkan Ramadhan
Tarawih merupakan bagian dari syiar Islam yang menghidupkan suasana Ramadhan. Masjid menjadi lebih ramai, ibadah semakin terasa, dan nuansa spiritual semakin kuat.
Dengan menjalankan Tarawih, umat Islam turut menyemarakkan bulan penuh berkah melalui ibadah yang hanya bisa dilakukan pada waktu ini.
Mempererat Silaturahmi dan Persaudaraan
Salat Tarawih berjemaah juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi. Umat Islam berkumpul, saling menyapa, dan mempererat persaudaraan, terutama setelah masa pembatasan sosial sebelumnya.
Hal ini sejalan dengan hadis riwayat Bukhari:
“Seorang yang menyambung silaturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silaturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.”
Salat Witir sebagai Tambahan Pahala
Salat Witir merupakan salat sunah tambahan yang sangat dianjurkan. Dalam hadis riwayat Ahmad, Witir disunnahkan dikerjakan pada waktu antara salat Isya hingga sebelum Subuh.
Dengan mengerjakan Witir, seorang Muslim menambah amalan salat malam dan meraih pahala tambahan.
Witir Menyempurnakan Salat Malam
Salat Witir berfungsi sebagai penutup ibadah malam. Rasulullah SAW bersabda:
“Jadikanlah akhir saalat kalian di malam hari dengan salat Witir.”
Hadis ini menegaskan bahwa Witir menjadi penyempurna salat malam. Tanpa Witir, ibadah malam dianggap belum lengkap secara sempurna.
Kesimpulan
Salat Tarawih dan Witir memiliki keutamaan luar biasa di bulan Ramadhan, mulai dari pengampunan dosa, pahala semalam penuh, hingga mempererat silaturahmi. Dengan menjalankannya secara rutin dan ikhlas, umat Islam dapat memaksimalkan keberkahan Ramadhan serta menyempurnakan ibadah malam.
Sumber Referensi
https://kumparan.com/berita_viral/7-keutamaan-salat-tarawih-dan-witir-di-bulan-ramadhan-1xoEyfiqy4T/full




