Pemerintah terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan dengan meningkatkan ketepatan data serta memperluas sistem digital dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan bahwa keterlibatan kepala desa sangat menentukan agar data penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi nyata masyarakat.
Ia juga menegaskan, persoalan utama yang masih kerap memicu bansos tidak tepat sasaran adalah penggunaan data yang belum sepenuhnya akurat.
Pemutakhiran Data Sosial Harus Rutin dan Berkelanjutan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengimbau seluruh unsur pemerintahan, mulai dari pusat hingga desa, agar proaktif melakukan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan bahwa pembaruan data tidak lagi boleh dilakukan secara sesekali atau hanya pada waktu-waktu tertentu, melainkan harus menjadi aktivitas yang dilakukan terus-menerus setiap hari.
Gus Ipul juga menjelaskan bahwa DTSEN akan dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tiga bulan sekali. Selain itu, masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan usulan maupun keberatan melalui platform digital yang telah disediakan pemerintah.
“Kalau data kita akurat, maka program pasti tepat sasaran. Inilah yang kami dorong untuk segera ditindaklanjuti di desa masing-masing,” ujar Gus Ipul di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (7/2/2026).
Dampak Positif Digitalisasi Bansos di Banyuwangi
Dilansir dari Tribun.com Gus Ipul menyampaikan bahwa penerapan uji coba penyaluran bansos berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kini diperluas ke 40 kabupaten dan kota, setelah sebelumnya berhasil diterapkan di Banyuwangi.
Hasil penilaian di Banyuwangi memperlihatkan peningkatan besar dalam ketepatan penyaluran bantuan bagi kelompok masyarakat rentan.
Jika sebelumnya tingkat ketidaktepatan data bansos mencapai 77 persen, setelah sistem DTSEN digunakan angkanya turun tajam menjadi sekitar 28 persen.
“Target kami ke depan, tingkat kesalahan bisa ditekan hingga di bawah 10 persen, bahkan kalau bisa mencapai 5 persen,” tegas mantan Wakil Gubernur Jatim tersebut.
Layanan Aduan dan Keterlibatan Masyarakat
Guna meningkatkan keterbukaan, Kementerian Sosial menyediakan sejumlah sarana komunikasi yang bisa dimanfaatkan publik kapan saja, tanpa batas waktu.
Upaya ini bertujuan memastikan tidak ada warga rentan yang kehilangan hak bantuan hanya karena kendala administrasi atau masalah data.
Saluran yang dapat digunakan masyarakat antara lain:
- Call Center 171 yang aktif 24 jam.
- Layanan WhatsApp di nomor 08877-171-171.
- Menu usul dan sanggah melalui aplikasi Cek Bansos.
Mengenal DTSEN Lebih Dekat
DTSEN adalah pangkalan data nasional yang menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi individu maupun keluarga secara komprehensif. Data ini menjadi acuan utama pemerintah dalam merancang dan menyalurkan program perlindungan sosial.
Sampai Januari 2026, DTSEN memuat sekitar 289 juta data penduduk yang dihimpun dari penggabungan Regsosek, DTKS, dan P3KE. Integrasi ini dilakukan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.
Imbauan dan Saran bagi Warga
Masyarakat dianjurkan aktif memeriksa status bantuan sosial secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos atau laman resmi Kementerian Sosial.
Apabila menemukan warga sekitar yang tergolong membutuhkan tetapi belum tercatat, segera laporkan melalui RT/RW setempat atau manfaatkan fitur Usul di aplikasi, sehingga data DTSEN selalu sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Kesimpulan
Penerapan DTSEN terbukti membuat penyaluran bansos lebih tepat sasaran, dengan menurunkan secara signifikan jumlah penerima yang tidak layak, sebagaimana disampaikan Mensos Gus Ipul.
Sumber Referensi
https://surabaya.tribunnews.com/news/1930535/mensos-gus-ipul-ungkap-hasil-dtsen-bansos-salah-sasaran-turun-drastis



