Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler tahap pertama akan dimulai pada Februari 2026.
Bansos reguler ini mencakup bantuan langsung tunai (BLT) Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau sembako.
“Yang bansos reguler ini akan kita mulai salurkan mungkin bulan Februari,” ujar Gus Ipul saat ditemui di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).
Pernyataan ini menjadi kabar penting bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang selama ini menunggu realisasi bantuan.
Dengan adanya kepastian waktu pencairan, masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan rumah tangga dan memastikan seluruh dokumen serta data penerima sudah sesuai agar penyaluran berjalan lancar.
Target Penerima: 18 Juta KPM
Gus Ipul menjelaskan, bansos tahap pertama akan menyasar sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat. “Jumlah ini mencakup KPM yang menerima PKH dan bantuan sembako,” terang Gus Ipul.
Besaran bantuan yang diterima setiap keluarga bervariasi, tergantung kategori anggota keluarga, mulai dari ibu hamil, anak balita, lansia, hingga penyandang disabilitas. Penyaluran melalui mekanisme ini diharapkan dapat tepat sasaran, sehingga bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Selain nominal bantuan, pemerintah juga menekankan pentingnya verifikasi data. Setiap KPM diwajibkan memastikan identitas di KTP, KK, dan rekening KKS telah sesuai, sehingga proses pencairan tidak terhambat. Hal ini penting untuk menjamin bantuan berjalan lancar dan menghindari kendala administratif.
Jalur Penyaluran Bansos
Selama ini, penyaluran bansos dilakukan melalui dua jalur utama. Pertama adalah melalui Himpunan Bank Negara (Himbara), yang mencakup bank-bank milik pemerintah, dan kedua melalui PT Pos Indonesia.
“Selama ini penyaluran Bansos itu lewat dua jalur satu lewat Himbara, bank-bank milik pemerintah. Yang kedua lewat PT. Pos Indonesia,” tambah Gus Ipul.
Pemerintah juga sedang mempertimbangkan penyaluran bansos melalui Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Namun, keputusan terkait jalur ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Penambahan jalur ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat di wilayah yang lebih terpencil, sehingga bantuan sosial lebih merata.
Pentingnya Pemantauan Saldo KKS
Dilansir Dari Detikfinance Mensos menekankan agar KPM rutin memantau saldo di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing. Saldo ini akan menunjukkan apakah bantuan PKH maupun BPNT telah masuk ke rekening. Bank penyalur utama adalah Mandiri, BRI, BNI, serta BSI khusus untuk wilayah Aceh.
Pemantauan rutin diperlukan agar KPM dapat segera mengetahui jika terjadi kendala dalam pencairan. Selain itu, komunikasi aktif dengan pendamping sosial setempat juga disarankan, sehingga masalah dapat diatasi lebih cepat.
Penyaluran Tepat Sasaran
Kenaikan jumlah bansos dan penyaluran yang sistematis menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Selain PKH dan BPNT, KPM juga berpeluang menerima bantuan tambahan seperti subsidi iuran kesehatan (PBI-JK) dan bantuan pangan berupa beras atau minyak goreng sesuai kebijakan stimulus 2026.
Gus Ipul menegaskan, langkah-langkah ini diambil agar bantuan sosial tidak hanya meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan ekstrem. Integrasi data yang lebih akurat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi salah satu kunci keberhasilan penyaluran ini.
Kesimpulan
Bansos 2026 akan mulai cair Februari, mencakup PKH dan bantuan sembako. Pastikan KPM memantau saldo di KKS agar bantuan tersalurkan tepat waktu dan sesuai hak.
Sumber Referensi
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8321839/siap-siap-bansos-pkh-dan-sembako-bakal-cair-februari



