Tutorial Cara Cek Bansos 2025 di Website Kemensos untuk Masyarakat
Banyak orang melakukan pemeriksaan pada kemensos.go.id login untuk memastikan apakah NIK mereka masih tercatat sebagai penerima bantuan sosial melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Memeriksa status ini sangat penting untuk mengetahui apakah mereka terdaftar sebagai penerima bantuan sosial dari Kemensos, termasuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako, serta PBI-JK.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah mereka terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) pada bulan Desember 2025, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyediakan layanan pengecekan online yang mudah dan tanpa biaya. Pengecekan dapat dilakukan dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdapat pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Langkah-langkah cek bansos
Berikut adalah langkah-langkah untuk memeriksa status penerimaan bansos melalui situs resmi Kemensos. Sebelum mulai, pastikan perangkat (HP atau laptop) terhubung ke internet yang baik agar data yang diperoleh akurat.
- Kunjungi alamat resmi di browser: cekbansos.kemensos.go.id
- Dari formulir yang muncul, pilih lokasi Anda, mulai dari provinsi, kemudian kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan.
- Masukkan NIK yang terdiri dari 16 digit sesuai yang tertera pada KTP.
- Isi kolom Nama Lengkap persis seperti yang tercantum di KTP, ingat untuk memperhatikan huruf besar, spasi, dan ejaannya.
- Masukkan kode captcha (angka/huruf acak) yang tampil di layar pada kotak yang disediakan.
- Tekan tombol “Cari Data” untuk mengajukan permintaan pengecekan.
Hasil pengecekan akan memberi dua kemungkinan. Jika terdaftar sebagai penerima, sistem akan menunjukkan nama lengkap penerima, jenis bansos yang didapat seperti PKH, BPNT, atau BSU, status keanggotaan apakah aktif atau nonaktif, dan periode pencairan yang terakhir.
Jika tidak terdaftar, sistem akan menampilkan notifikasi “Data tidak ditemukan”, yang berarti NIK tersebut belum masuk dalam daftar penerima bansos untuk periode itu.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan adalah memastikan NIK, nama, dan domisili yang dimasukkan sesuai dengan informasi di KTP dan Kartu Keluarga, sebab kesalahan penulisan sering kali menjadi penyebab data tidak ditemukan.
Jika status penerima muncul sebagai nonaktif, masyarakat disarankan untuk menghubungi dinas sosial setempat guna mendapatkan klarifikasi. Mereka yang merasa layak tetapi belum terdaftar juga bisa mengajukan keluhan melalui dinas sosial.
Di samping itu, masyarakat perlu berhati-hati terhadap potensi penipuan, karena layanan pengecekan bansos hanya tersedia secara resmi di situs cekbansos.kemensos.go.id dan tidak dikenakan biaya.
Layanan pengecekan bansos secara online ini disediakan untuk menunjukkan transparansi pemerintah dalam pemberian bantuan sosial. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, masyarakat dapat mengecek haknya secara mandiri dan memastikan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang resmi.



