Apakah Pinjaman KUR di Bawah 100 Juta Bisa Tanpa Agunan? Simak Penjelasan Berikut
Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pembiayaan dari pemerintah yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapatkan akses modal dengan bunga ringan.
Program ini disalurkan melalui beberapa bank nasional seperti BRI, BNI, Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta lembaga pembiayaan lain yang ditunjuk oleh pemerintah.
KUR memiliki beberapa kategori, salah satunya adalah KUR Mikro dengan plafon pinjaman maksimal Rp100 juta. Nah, pertanyaannya apakah pinjaman di bawah Rp100 juta ini wajib menggunakan jaminan?
KUR di Bawah 100 Juta Tidak Wajib Pakai Jaminan Tambahan
Berdasarkan kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan, KUR Mikro hingga Rp100 juta tidak memerlukan agunan tambahan (jaminan fisik).
Pemerintah melalui Askrindo dan Jamkrindo sudah memberikan penjaminan terhadap pinjaman tersebut, sehingga bank tidak wajib meminta jaminan berupa BPKB, sertifikat tanah, atau aset lainnya.
Artinya, jaminan utama untuk KUR di bawah Rp100 juta adalah kelayakan usaha itu sendiri. Jika usaha dianggap produktif dan berpotensi berkembang, pinjaman dapat disetujui tanpa perlu jaminan tambahan.
Namun, untuk pinjaman KUR di atas Rp100 juta, pihak bank tetap berhak meminta agunan tambahan sesuai kebijakan internal masing-masing.
Syarat Pengajuan KUR Tanpa Jaminan
Agar pengajuan KUR tanpa jaminan dapat disetujui, calon debitur wajib memenuhi beberapa syarat berikut:
- Memiliki usaha aktif minimal 6 bulan dan berjalan secara legal.
- Tidak sedang menerima kredit produktif lain dari lembaga keuangan.
- Memiliki dokumen lengkap, seperti KTP, KK, dan surat keterangan usaha (SKU).
- Tidak tercatat dalam daftar hitam BI Checking atau SLIK OJK.
Bank penyalur biasanya akan melakukan survei ke lokasi usaha untuk memastikan aktivitas bisnis berjalan sesuai data.
Suku Bunga dan Tenor Pinjaman
KUR tanpa jaminan untuk plafon di bawah Rp100 juta dikenakan bunga rendah maksimal 6% per tahun, dengan tenor pinjaman hingga 3 tahun untuk modal kerja dan 5 tahun untuk investasi.
Pembayaran cicilan dapat dilakukan secara bulanan dan dapat diperpanjang sesuai hasil evaluasi bank.
Jadi, pinjaman KUR di bawah Rp100 juta tidak memerlukan jaminan tambahan, karena sudah dijamin oleh pemerintah. Syarat utamanya adalah memiliki usaha produktif, aktif, dan memenuhi kriteria kelayakan.
Program ini menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis tanpa terbebani agunan fisik.



