Cara Cek Desil dan DTSEN: Panduan Praktis untuk Penerima Bansos
Penyaluran bantuan sosial (bansos) kini semakin bergantung pada ketepatan data. Pemerintah menggunakan dua acuan penting untuk melihat kondisi ekonomi masyarakat, yaitu Desil Kesejahteraan dan DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).
Kedua sistem ini membantu menentukan apakah seseorang masih layak menerima bantuan dan memetakan tingkat kerentanan sosial ekonomi penduduk. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu DTSEN, apa fungsi desil, dan bagaimana cara mengeceknya.
Padahal, mengetahui status dalam dua sistem tersebut sangat penting untuk memastikan bansos tetap berjalan. Artikel ini akan memandu Anda mengecek status bantuan lewat DTSEN, melakukan verifikasi data, memeriksa desil, serta memahami kriteria desil yang menjadi dasar penyaluran bantuan.
Cara Melihat Status Bantuan di DTSEN
DTSEN merupakan basis data nasional yang berisi kondisi sosial ekonomi seluruh penduduk Indonesia. Pemerintah menggunakan DTSEN untuk menilai tingkat kesejahteraan, menentukan penerima bansos, dan merancang kebijakan sosial ekonomi.
Melalui DTSEN, seseorang dapat melihat apakah datanya masih tercatat sebagai penerima bansos yang valid. Berikut cara melihat status bantuan melalui DTSEN:
- Masuk ke portal resmi DTSEN menggunakan perangkat ponsel atau komputer.
- Pilih menu “Cek Status Bantuan” atau fitur serupa.
- Masukkan NIK dan nama lengkap sesuai KTP.
- Bila diperlukan, isi kode verifikasi atau OTP yang dikirimkan.
- Tunggu hingga sistem menampilkan status bantuan Anda, seperti jenis program, periode pencairan, dan status aktif atau tidak aktif.
- Jika data tidak muncul, Anda dapat melanjutkan ke verifikasi data.
Melalui fitur ini, Anda dapat memastikan apakah data Anda sudah terbaca dalam sistem nasional dan apakah Anda masih termasuk penerima manfaat.
Verifikasi Data Melalui DTSEN
Jika ada perbedaan data, perubahan domisili, atau status bantuan tidak muncul, Anda perlu melakukan verifikasi data. Proses ini penting untuk memastikan informasi pribadi sudah sinkron dengan sistem DTSEN. Berikut langkah-langkah verifikasi data melalui DTSEN:
- Masuk ke akun DTSEN menggunakan NIK atau akses masuk yang tersedia.
- Pilih menu “Verifikasi Data”.
- Baca seluruh data yang tercantum, termasuk alamat, status keluarga, pekerjaan, dan indikator sosial ekonomi lainnya.
- Jika terdapat ketidaksesuaian, klik “Perbarui Data”.
- Unggah dokumen pendukung seperti foto KTP, KK terbaru, atau surat domisili.
- Kirim permohonan verifikasi.
- Tunggu hasil validasi dari petugas atau sistem otomatis DTSEN.
- Setelah data terverifikasi, pastikan perubahan telah tercatat di dashboard akun Anda.
Verifikasi data sangat penting menjelang penyaluran bansos baru karena pemerintah sering melakukan pemutakhiran data pada periode tertentu.
Lakukan Pengecekan Desil
Selain memeriksa DTSEN, penerima manfaat juga perlu mengetahui angka desil. Desil adalah indikator yang membagi masyarakat dalam kelompok tingkat kesejahteraan berdasarkan kondisi sosial ekonomi.
Angka desil digunakan untuk menentukan siapa saja yang masuk kategori layak menerima bantuan. Cara melakukan pengecekan desil:
- Buka portal resmi cek desil atau DTSEN apabila fitur tersedia.
- Masukkan NIK dan data identitas lainnya.
- Pilih menu “Cek Desil Kesejahteraan”.
- Sistem akan menampilkan angka desil Anda (1–10).
- Cocokkan apakah angka tersebut sesuai kondisi nyata keluarga.
- Jika angka desil tidak sesuai, Anda dapat melakukan verifikasi ulang melalui DTSEN atau pendataan di kelurahan.
Pengecekan ini perlu dilakukan secara rutin karena pembaruan data dapat mengubah angka desil seseorang.
Kriteria Penentuan Desil
Penentuan desil tidak dilakukan secara acak. Pemerintah menggunakan banyak variabel untuk menilai kondisi sosial ekonomi keluarga. Semakin rendah angka desil, semakin tinggi tingkat kerentanan. Berikut kriteria umum penentuan desil:
- Pendapatan Keluarga. Pendapatan rendah cenderung membuat keluarga masuk ke desil lebih kecil.
- Jenis Pekerjaan. Pekerjaan informal, tidak tetap, atau tanpa pendapatan rutin menjadi indikator kerentanan.
- Kepemilikan Aset Rumah Tangga. Rumah, kendaraan, tanah, usaha, hingga alat elektronik tertentu turut menjadi indikator ekonomi.
- Kondisi Rumah Tempat Tinggal. Rumah semi permanen, tidak layak huni, atau mengontrak menjadi indikator risiko.
- Jumlah Tanggungan. Semakin banyak jumlah anggota keluarga, semakin besar kemungkinan berada di desil rendah.
- Kondisi Kesehatan Keluarga. Penyakit kronis, disabilitas, atau kebutuhan khusus dapat memengaruhi tingkat kesejahteraan.
Kesimpulan
Mengetahui cara mengecek desil dan DTSEN menjadi bagian penting untuk memastikan hak penerima bansos tetap terpenuhi.
Dengan rutin mengecek status bantuan melalui DTSEN, melakukan verifikasi data jika ada ketidaksesuaian, serta memastikan angka desil sesuai kondisi keluarga, Anda dapat menjaga agar bantuan sosial tetap berjalan tanpa hambatan.
Pemerintah terus memperbaiki sistem pendataan nasional untuk memastikan bansos tepat sasaran. Karena itu, masyarakat juga perlu aktif memeriksa data dan memperbarui informasi secara berkala. Semakin akurat data Anda di DTSEN, semakin besar peluang Anda tetap terdaftar sebagai penerima bantuan.




