Panitia Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah menggelar simulasi tukar mandat registrasi dan pemondokan, kemarin (1/11). Khusus simulasi tukar mandat registrasi dilakuan di Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Sedangkan simulasi pemondokan dilakukan di Pesantren Mahasiswa UMS. Berupa simulasi pemeriksaan kesehatan dan pemberian ID card. Sekitar 500 peserta dari 35 PDM di Jawa Tengah dan Jogja ambil bagian dalam simulasi ini.
”Dalam simulasi ini yang dicek berkaitan tukar mandat undangan, vaksin, dan ditambah keuangan. Apabila sudah klir diarahkan ke pemondokan. Tapi apabila belum klir berarti masih dalam tahap verifikasi,” ungkap Koordinator Seksi Registrasi Panitia Penerima Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah Muhammad Zulfikriansyah kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Usai registrasi, peserta diarahkan ke pemondokan untuk dilakukan simulasi tukar mandat di pemondokan. Sekretaris Panitia Seksi Kesehatan Istanto menjelaskan, saat di pemondokan, peserta simulasi melakukan pemeriksaan sekaligus screening kesehatan.
”Kemudian di ID card peserta diberi tanda warna, ada warna merah, kuning, dan hijau dan tanpa warna. Warna merah itu risiko tinggi, warna kuning risiko sedang dan hijau risiko rendah dengan masing-masing ada kriteria usahanya,” beber Istanto.
Wakil Sekretaris Panitia Pusat Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah Iwan Setiawan menjelaskan, simulasi tukar mandat ini penting dilakukan untuk melihat kesiapan petugas. Khususnya dalam memberi pelayanan kepada peserta muktamar.
”Mulai dari peserta datang, registrasi, apa yang mesti disiapkan itu kami simulasikan agar makin mudah,” sambungnya.
Iwan menambahkan proses tukar mandat dilakukan secara manual dengan melakukan pemeriksaan surat mandat asli. Kemudian pemeriksaan bukti bayar, pemeriksaan kesehatan sampai pemberian ID card masuk hotel.
”Hal itu sudah dirasakan semua. Tinggal setelah simulasi ke embarkasi. Proses ini sudah dirasakan semua. Catatannya, petugas kurang gesit dalam pelayanan. Tapi wajar dan bisa dimaklumi karena ini simulasi pertama dan jumlah berkas yang banyak. Ini tinggal menyiapkan data-data pendukung oleh sekretariat,” tandasnya.



