Cek Kriteria Penerima Bansos PKH November 2025, Cek di Sini Sekarang
Memasuki Tahap 4 penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2025, yang berlangsung pada periode Oktober hingga Desember, Kementerian Sosial kembali mengingatkan masyarakat agar melakukan pengecekan data penerima. Dengan kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan menjelang akhir tahun, PKH menjadi salah satu bantuan terpenting bagi keluarga prasejahtera.
Setiap KPM (Keluarga Penerima Manfaat) diminta untuk memastikan kembali status bantuannya, baik melalui website maupun aplikasi resmi Kemensos, agar tidak tertinggal jadwal pencairan November 2025.
Kategori Penerima PKH November 2025
Pada tahap penyaluran PKH November 2025, terdapat tujuh kategori utama yang harus dicek oleh masyarakat. Setiap kategori memiliki besaran bantuan berbeda sesuai kondisi keluarga.
Berikut rincian lengkapnya:
-
-
Ibu Hamil atau Ibu Nifas
- Bantuan: ± Rp750.000 per tahap
- Syarat: Terdaftar dalam DTSEN dan masuk dalam basis data KPM PKH
- Tujuan: Mendukung kesehatan ibu dan bayi, pemenuhan gizi, serta kebutuhan dasar selama kehamilan atau pasca melahirkan
-
Anak Usia Dini (0–6 Tahun)
- Bantuan: ± Rp750.000 per tahap
- Tujuan: Memastikan anak mendapatkan dukungan gizi dan layanan kesehatan dini
- Catatan: Data anak harus masuk DTKS atau DTSEN
-
-
-
Anak Sekolah Dasar (SD/sederajat)
- Bantuan: Rp225.000 per tahap
- Tujuan: Membantu siswa SD tetap bersekolah tanpa terkendala biaya pendidikan dasar
-
Anak Sekolah Menengah Pertama (SMP/sederajat)
- Bantuan: Rp375.000 per tahap
- Catatan: Fase SMP dianggap rawan putus sekolah, sehingga pengecekan data sangat penting
-
Anak Sekolah Menengah Atas (SMA/sederajat)
- Bantuan: Rp500.000 per tahap
- Tujuan: Membantu remaja menyelesaikan pendidikan hingga jenjang atas
-
-
Lansia Usia 60 Tahun ke Atas
- Bantuan: Rp600.000 per tahap
- Tujuan: Memenuhi kebutuhan dasar lansia serta memastikan kelayakan hidup di usia tua
-
Penyandang Disabilitas Berat
- Bantuan: Rp600.000 per tahap
- Tujuan: Memberikan perlindungan sosial ekstra bagi penyandang disabilitas berat
- Tambahan: Daftar Lengkap 8 Kategori PKH 2025
Dalam pedoman PKH 2025 secara nasional, terdapat 8 kategori penerima, salah satunya merupakan kategori khusus:
- Ibu hamil
- Anak usia dini
- Siswa SD
- Siswa SMP
- Siswa SMA
- Disabilitas berat
- Lansia 60 tahun ke atas
- Korban pelanggaran HAM berat (Rp2,7 juta per tahap)
Kategori ini menjadi dasar penentuan besaran bantuan yang diterima setiap keluarga.
Komponen PKH 2025 Menurut Kemensos
Kementerian Sosial membagi kriteria penerima PKH ke dalam tiga komponen besar:
-
Komponen Kesehatan
- Ibu hamil
- Anak usia 0–6 tahun
-
Komponen Pendidikan
- Anak SD atau sederajat
- Anak SMP atau sederajat
- Anak SMA atau sederajat
- Santri pesantren usia 12–21 tahun sesuai jenjang pendidikannya
-
Komponen Kesejahteraan Sosial
- Lansia
- Penyandang disabilitas berat
Cara Cek Status Penerima PKH November 2025
Untuk memastikan apakah Anda masih terdaftar sebagai penerima PKH tahap ini, lakukan pengecekan melalui dua cara resmi berikut.
-
-
Melalui Situs Cek Bansos Kemensos
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa sesuai KTP
- Isi nama penerima manfaat sesuai KTP
- Masukkan kode captcha
- Klik Cari Data
Jika terdaftar, informasi status PKH akan muncul beserta nama anggota keluarga.
-
-
Melalui Aplikasi Cek Bansos Kemensos
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store
- Buat akun dengan mengisi data diri dan mengunggah dokumen yang diminta
- Verifikasi email jika diperlukan
- Masuk ke menu Profil
- Lihat status penerimaan bansos serta daftar anggota keluarga dalam DTKS
- Aplikasi ini juga menampilkan jenis bansos yang diterima dan menyediakan fitur untuk melaporkan keluhan jika bantuan belum cair.
Kesimpulan
PKH November 2025 merupakan bagian dari penyaluran Tahap 4, yang menjadi penyaluran terakhir di tahun ini. Penerima manfaat mencakup tujuh kategori utama seperti ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas berat, dengan tambahan kategori khusus yaitu korban pelanggaran HAM berat.
- Masyarakat sangat dianjurkan untuk:
- Mengecek data PKH secara mandiri
- Memastikan data di DTSEN/DTKS sudah benar
- Memperbarui informasi jika ada perubahan status keluarga
Dengan pengecekan rutin, keluarga penerima manfaat dapat memastikan bantuannya cair tepat waktu dan tidak terhambat masalah data.




