Hati-Hati! Hoaks Bansos Mengatasnamakan Pejabat Negara Terus Bermunculan
Hati-Hati! Hoaks Bansos Mengatasnamakan Pejabat Negara Terus Bermunculan. Berbagai informasi palsu tentang distribusi bantuan sosial yang menggunakan nama pejabat publik banyak bermunculan di media sosial pada bulan Oktober 2025.
Contohnya, terdapat hoaks tentang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang konon menawarkan bantuan sosial melalui Facebook. Juga ada hoaks mengenai Presiden Prabowo Subianto yang disebut-sebut membagikan bantuan sebesar Rp 40 juta.
Hoaks yang diidentifikasi oleh kompas.com meliputi video yang dimanipulasi untuk menunjukkan pernyataan pejabat publik, yang dibuat dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Umumnya, hoaks mengenai distribusi bantuan sosial merupakan bentuk penipuan. Untuk menghindari terjebak, sangat penting untuk memverifikasi bahwa informasi yang diterima berasal dari sumber yang resmi.
Akun media sosial resmi dari pejabat publik biasanya memiliki tanda centang biru sebagai verifikasi. Selain itu, informasi terkait bantuan sosial dapat diperiksa melalui instansi terkait seperti Kementerian Sosial.
1. Hoaks Raffi Ahmad umumkan bansos untuk TKI
Dalam salah satu berita, Raffi Ahmad yang merupakan Artis sekaligus Utusan Khusus Presiden di bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, disebutkan mengumumkan bansos untuk tenaga kerja Indonesia (TKI).
Sebuah video yang menunjukkan Raffi Ahmad mengumumkan bansos untuk TKI beredar di Facebook. Namun, video tersebut terkonfirmasi sebagai hasil dari manipulasi AI.
Hasil pemeriksaan dari Hive Moderation mengungkapkan, suara Raffi dalam video memiliki kemungkinan 99,6 persen dihasilkan oleh AI.
2. Hoaks Gibran tawarkan bansos di Facebook
Video yang menunjukkan Wakil Presiden Gibran menawarkan bantuan sosial muncul di Facebook. Namun, video tersebut terungkap sebagai hasil manipulasi AI. Video ini dinilai aneh karena ekspresi wajah Gibran tampak kaku.
Hal ini menunjukkan bahwa materi tersebut adalah hasil rekayasa. Setelah diperiksa dengan Hive Moderation, suara Gibran dalam video menunjukkan kemungkinan 99,2 persen dihasilkan oleh AI.
3. Hoaks Prabowo bagikan bantuan Rp 40 juta
Video yang memperlihatkan Presiden Prabowo membagikan bantuan Rp 40 juta menyebar di Facebook. Namun, video tersebut terdeteksi sebagai hasil manipulasi AI. Video itu tampak tidak alami karena tubuh Prabowo tidak bergerak sama sekali dan ekspresi wajahnya juga terlihat kaku.
Ini menandakan bahwa konten tersebut adalah hasil konten yang dipalsukan. Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Prabowo dalam video ini menunjukkan probabilitas 99,8 persen dihasilkan oleh AI.
4. Hoaks Dedi Mulyadi tawarkan bantuan Rp 30 juta
Video yang menunjukkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendistribusikan bantuan Rp 30 juta menyebar di Facebook. Namun, video tersebut terdeteksi sebagai hasil manipulasi AI.
Video terlihat aneh karena gerakan bibir Dedi tidak selaras dengan ucapannya. Ini menunjukkan bahwa konten tersebut adalah hasil dari rekayasa.
Setelah diperiksa dengan Hive Moderation, suara Dedi dalam video terdeteksi memiliki kemungkinan 99,9 persen dihasilkan oleh AI.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap informasi palsu atau hoaks yang mengatasnamakan pembagian bantuan sosial (bansos), baik yang disebarkan melalui pesan berantai, video, maupun tautan tidak resmi.
Saat ini banyak beredar konten menyesatkan yang mencatut nama pejabat publik, artis, maupun instansi pemerintah untuk menarik perhatian dan memancing data pribadi masyarakat.
Untuk itu, penting bagi masyarakat agar tidak mudah percaya dan selalu memverifikasi informasi melalui saluran resmi, seperti situs cekbansos.kemensos.go.id atau akun media sosial resmi Kementerian Sosial RI.
Jangan pernah memberikan data pribadi seperti NIK, nomor KK, atau foto KTP kepada pihak yang tidak jelas identitas dan tujuannya.
Mari bersama-sama melindungi diri dan lingkungan sekitar dari penipuan digital. Cek kebenaran sebelum membagikan informasi, dan jangan sampai jadi korban hoaks bansos.
Sumber : https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/10/17/132324982/berbagai-hoaks-pembagian-bansos-catut-nama-pejabat-publik

Komentar