Jangan Klik Link Sembarangan! Ini Ciri Penipuan Bansos 2025
Menjelang pencairan bantuan sosial (bansos) 2025, berbagai modus penipuan kembali marak beredar di media sosial dan aplikasi pesan singkat.
Oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan momen ini dengan menyebarkan link palsu yang mengatasnamakan Kementerian Sosial (Kemensos).
Banyak masyarakat tergoda untuk membuka tautan tersebut karena janji palsu berupa pencairan dana bansos atau verifikasi penerima.
Padahal, link semacam itu sering kali digunakan untuk mencuri data pribadi dan informasi rekening korban. Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati dan tidak sembarangan mengklik tautan yang mencurigakan.
Modus Penipuan yang Sering Terjadi
Pelaku penipuan biasanya menyebarkan pesan berisi pengumuman palsu tentang pencairan bansos 2025 lengkap dengan tautan yang menyerupai situs resmi pemerintah.
Mereka menggunakan nama domain mirip seperti cekbansos-kemensos.xyz atau bansos2025-gratis.com agar terlihat meyakinkan.
Begitu korban mengklik link tersebut, mereka akan diminta mengisi data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor rekening, bahkan PIN ATM. Data ini kemudian disalahgunakan untuk melakukan pencurian identitas atau pembobolan rekening bank.
Ciri-Ciri Link Penipuan Bansos
Agar terhindar dari jebakan penipu, masyarakat perlu mengenali ciri link palsu bansos 2025.
Pertama, situs palsu biasanya tidak menggunakan domain resmi pemerintah seperti .go.id. Kedua, isi pesan mengandung iming-iming dana cepat cair atau bantuan langsung tanpa verifikasi data.
Ketiga, link penipuan sering kali disebarkan lewat WhatsApp, Telegram, atau media sosial dengan gaya tulisan yang mencolok dan disertai ajakan agar segera mengklik.
Selain itu, situs palsu biasanya tidak aman karena tidak memiliki simbol gembok (HTTPS) di bilah alamat situs.
Cara Aman Mengecek Informasi Bansos
Masyarakat harus selalu memeriksa informasi bantuan sosial 2025 melalui kanal resmi pemerintah.
Situs asli untuk pengecekan penerima bansos hanya tersedia di https://cekbansos.kemensos.go.id.
Selain itu, warga bisa mengonfirmasi informasi melalui Dinas Sosial setempat atau akun media sosial resmi Kemensos RI.
Jika menerima pesan mencurigakan, masyarakat sebaiknya tidak mengklik tautan, tidak memberikan data pribadi, dan segera melaporkannya ke pihak berwenang.
Edukasi Digital sebagai Benteng Perlindungan
Pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan literasi digital, terutama dalam hal mengenali penipuan online.
Dengan memahami ciri-ciri link palsu dan selalu mengecek kebenaran informasi, masyarakat dapat melindungi diri dari kejahatan siber yang mengatasnamakan bansos.
Sumber : https://www.sewaktu.id/bansos/112915971977/cek-bansos-pkh-bpnt-lewat-situs-resmi-kemensos-jangan-kena-hoaks



