Cara Cek Bansos Lewat SIKS-NG dengan Mudah, Jangan Sampai Salah!
Pemerintah Indonesia terus menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan guna mendukung kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan. Dua program utama yang menjadi andalan adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara cek bansos dengan benar. Salah satu kesalahan umum adalah menganggap bahwa masyarakat bisa langsung mengakses sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation) untuk melihat status bansos mereka. Padahal, SIKS-NG merupakan sistem internal yang hanya dapat diakses oleh petugas resmi seperti pendamping sosial atau operator desa.
Agar tidak keliru, berikut panduan lengkap cara cek bansos yang benar berdasarkan kanal resmi yang disediakan oleh Kementerian Sosial.
Apa Itu SIKS-NG?
SIKS-NG adalah sistem data terpadu milik Kementerian Sosial yang digunakan untuk mengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sistem ini digunakan untuk memverifikasi dan memvalidasi data warga yang berpotensi menerima berbagai program bantuan sosial.
Namun, penting dipahami bahwa aplikasi SIKS-NG hanya dapat diakses oleh operator atau petugas yang ditugaskan secara resmi. Masyarakat umum tidak dapat menggunakan atau mengakses SIKS-NG secara langsung.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui status bansos, terdapat dua kanal resmi yang dapat diakses secara mandiri:
- Website resmi Kemensos: cekbansos.kemensos.go.id
- Aplikasi resmi Cek Bansos dari Kemensos yang tersedia di Google Play Store
Peran DTSEN dalam Penyaluran Bansos
Penentuan penerima bansos dilakukan berdasarkan data dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN digunakan pemerintah untuk melakukan pemeringkatan kesejahteraan masyarakat berdasarkan desil, dari desil 1 (10 persen termiskin) hingga desil 10 (paling sejahtera).
Beberapa hal penting tentang DTSEN:
- Tidak digunakan untuk mengklasifikasikan pengeluaran per kapita.
- Tidak memuat data pengeluaran menurut desil, sehingga jika ada informasi yang menyatakan sebaliknya, data tersebut bukan berasal dari BPS.
- DTSEN berisi data 286,80 juta penduduk dan 94,25 juta keluarga per 31 Juli 2025.
Untuk menentukan garis kemiskinan nasional, BPS menggunakan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), bukan DTSEN.
Cara Cek Bansos dengan Benar
Untuk kalian yang ingin mengetahui apakah kalian termasuk ke dalam penerima bansos atau tidak, kalian dapat melakukan pengecekan dengan 3 cara.
Berikut cara cek bansos dengan benar:
-
-
Melalui Website Kemensos
Langkah-langkah:
- Buka situs: https://cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan sesuai KTP
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Masukkan kode verifikasi (captcha)
- Klik tombol “Cari Data”
- Situs akan menampilkan informasi apakah Anda terdaftar sebagai penerima bansos PKH atau BPNT.
-
-
-
Melalui Aplikasi Cek Bansos
Langkah-langkah:
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” dari Google Play Store
- Buat akun dengan mengisi:
- NIK dan Nomor KK
- Nama lengkap dan alamat sesuai KTP
- Nomor HP dan email aktif
- Unggah foto diri dengan memegang KTP
- Setelah verifikasi akun berhasil, login ke aplikasi
- Pilih menu “Cek Bansos”
- Isi wilayah domisili sesuai KTP, lalu klik “Cari Data”
- Fitur unggulan aplikasi:
- Usul: untuk mendaftarkan diri sendiri, anggota keluarga, atau tetangga sebagai calon penerima bansos
- Sanggah: untuk menyanggah penerima bansos yang dinilai tidak layak
- Data usulan dan sanggahan akan diverifikasi oleh Dinas Sosial melalui sistem SIKS-NG, dan jika lolos verifikasi, akan diproses menjadi data usulan resmi ke DTKS.
-
-
Melalui Aplikasi SIKS-NG (Untuk Petugas)
Masyarakat umum tidak dapat mengakses aplikasi ini, tetapi berikut cara kerja petugas dalam menggunakan SIKS-NG:
- Petugas desa atau pendamping sosial login ke situs SIKS-NG
- Memasukkan NIK warga untuk mencari data bansos
- Jika warga terdaftar, sistem akan menampilkan informasi detail penerimaan bansos
- Data ini digunakan untuk memverifikasi status bantuan yang akan dicairkan, baik PKH maupun BPNT.
Cara Cek Saldo Bansos
Setelah terdaftar sebagai penerima, Anda dapat memantau status pencairan bansos melalui aplikasi Cek Bansos.
Berikut cara cek saldo bansos:
- Login ke aplikasi
- Masuk ke menu “Bantuan Sosial”
- Pilih jenis bantuan: PKH atau BPNT
- Cek status pencairan, apakah “Siap Cair” atau masih dalam proses
- Jika saldo sudah tersedia, biasanya akan muncul angka Rp400.000
- Bantuan dapat dicairkan melalui rekening bank atau kartu sembako
Kenapa Status di Aplikasi Cek Bansos Penting?
Status di aplikasi memberikan informasi real-time terkait pencairan bantuan sosial. Dengan mengetahui status ini, penerima manfaat dapat:
- Mengetahui kapan bantuan siap dicairkan
- Memastikan data pribadi sudah sesuai
- Melakukan usulan atau sanggahan jika terjadi ketidaksesuaian data
Dari Proses Usulan Hingga Dana Cair
- Alur pendataan dan pencairan bansos:
- Musyawarah Desa/Kelurahan mengusulkan warga yang layak
- Operator desa memasukkan data ke SIKS-NG
- Dinas Sosial kabupaten/kota melakukan verifikasi dan validasi
- Kemensos menerbitkan Surat Keputusan (SK) penerima bansos
- Dana ditransfer melalui mekanisme Surat Perintah Membayar (SPM) dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
- Jika nama Anda sudah masuk SK, maka status di aplikasi akan berubah menjadi “Siap Cair”.
Penting: Jangan Tertipu Aplikasi Palsu
- Gunakan hanya aplikasi resmi buatan Kementerian Sosial
- Hindari memberikan data pribadi ke aplikasi tidak resmi
- Waspadai pihak yang menawarkan “jalur cepat” masuk daftar bansos
Kesimpulan
SIKS-NG adalah sistem internal yang digunakan oleh pemerintah untuk mengelola data bansos. Masyarakat umum tidak dapat mengecek bansos langsung melalui SIKS-NG. Cara yang benar dan resmi untuk mengecek bansos adalah melalui situs cekbansos.kemensos.go.id
dan aplikasi Cek Bansos.
Dengan menggunakan kanal resmi dan memahami proses penyaluran bantuan, masyarakat dapat turut memastikan bahwa bansos disalurkan secara adil, transparan, dan tepat sasaran. Jika Anda merasa berhak, manfaatkan fitur usulan. Jika Anda menemukan ketidaksesuaian, manfaatkan fitur sanggahan. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sistem bantuan sosial di Indonesia.



