Waspadai Penipuan Bantuan PKH yang Beredar di Telegram
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu bantuan sosial dari pemerintah untuk mendukung keluarga kurang mampu.
Namun, belakangan ini marak beredar tautan palsu melalui aplikasi Telegram yang mengatasnamakan penyaluran PKH.
Modus ini berisiko menjerat masyarakat dengan pencurian data pribadi dan upaya penipuan berkedok bantuan.
Dilansir dari sumber rri surakarta (28/3/2025), beredarnya informasi pendaftaran PKH lewat Telegram dipastikan hoaks, karena pemerintah tidak pernah membuka jalur pendaftaran melalui media sosial.
Semua proses resmi PKH hanya melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan mekanisme distribusi yang sudah ditentukan.
Fakta Resmi Penyaluran PKH
PKH diberikan secara berkala kepada keluarga penerima manfaat yang sudah terdaftar dalam DTKS.
Penyaluran dilakukan melalui bank-bank yang bekerja sama dengan pemerintah atau Kantor Pos, sesuai jadwal resmi dari Kementerian Sosial.
Tidak ada proses pendaftaran lewat pesan singkat, grup Telegram, WhatsApp, atau media sosial lain. Setiap informasi resmi PKH hanya bisa diakses melalui situs resmi Kemensos atau melalui pendamping PKH di daerah masing-masing.
Modus Penipuan di Telegram
Pelaku penipuan biasanya:
- Membuat akun palsu menyerupai akun resmi pemerintah.
- Menyebarkan link pendaftaran PKH palsu dengan tawaran bantuan tunai, bahkan menyebut adanya “PKH Bulan tertentu” atau “PKH Tambahan 2025”.
- Meminta data pribadi seperti NIK, nomor rekening, hingga kode OTP untuk tujuan penyalahgunaan.
Tautan semacam itu tergolong phishing yang bisa mencuri identitas digital masyarakat dan membahayakan keamanan finansial.
Cara Aman Agar Tidak Jadi Korban
- Cek sumber resmi: Informasi PKH hanya diumumkan melalui situs resmi Kemensos dan DTKS.
- Hindari berbagi data pribadi kepada pihak yang tidak jelas, termasuk lewat link yang beredar di Telegram.
- Laporkan tautan mencurigakan ke Kementerian Sosial, Kominfo, atau pendamping PKH agar segera ditindak.
- Gunakan jalur resmi seperti bank Himbara dan Kantor Pos untuk pencairan bantuan.
Kesimpulan
Penipuan berkedok bantuan PKH di Telegram adalah modus lama dengan pola baru.
Masyarakat diminta tetap waspada, tidak mudah percaya pada link mencurigakan, serta selalu memverifikasi informasi melalui jalur resmi.
Bantuan PKH hanya disalurkan melalui mekanisme pemerintah yang sah, bukan lewat Telegram atau media sosial lainnya.
Sumber: https://rri.co.id/surakarta/cek-fakta/1421749/waspada-penipuan-bansos-pkh-ramadan-melalui-telegram



