Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H/2026, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin. Salah satu bentuk persiapan tersebut adalah dengan membaca doa menyambut Ramadan serta memahami niat puasa sebagai syarat sah ibadah puasa.
Makna Doa Menyambut Bulan Ramadan
Doa menyambut Ramadan bukan sekadar kebiasaan tahunan, tetapi menjadi ungkapan rasa syukur dan harapan agar diberi kekuatan dalam menjalani ibadah selama satu bulan penuh.
Dengan membaca doa ini, umat Muslim berharap bisa memasuki Ramadan dengan hati yang bersih, pikiran yang tenang, serta semangat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berdasarkan perkiraan kalender hijriah, awal puasa Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026, menunggu penetapan resmi melalui sidang isbat.
Doa Menyambut Bulan Ramadan
Dikutip dari TribunNews, Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani (wafat 360 H) secara khusus membahas doa menyambut Ramadan dalam Kitâb al-Duâ’.
Bab tersebut diberi judul al-Qaul ‘Inda Dukhûl Ramadlân, yang berisi doa atau ucapan yang dianjurkan dibaca ketika memasuki bulan Ramadan.
Berikut doa menyambut bulan Ramadan yang dikumpulkan oleh Imam ath-Thabrani, tanpa perubahan teks Arab maupun artinya:
عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه, قال: كان رسول الله صلي الله عليه وسلم يعلمنا هؤلاء الكلمات إذا جاء رمضان أن يقول أحدنا: أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
“Dari ‘Ubadah bin al-Shamith radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami bacaan berikut ini untuk dibaca oleh salah satu dari kami saat Ramadhan datang:
“Allahumma salimnî min ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan”
(Ya Allah, sampaikan aku [dengan selamat menuju bulan] Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”)
Doa ini berisi permohonan agar diberi umur panjang, kesehatan, serta diterimanya amal ibadah selama Ramadan.
Pentingnya Niat Puasa Ramadan
Selain doa, niat puasa Ramadan juga menjadi hal yang sangat penting. Dalam Islam, niat bukan hanya formalitas, melainkan bagian dari rukun puasa.
Menurut KH Cholil Nafis dalam buku Menyingkap Tabir Puasa Ramadhan (2015), puasa Ramadan adalah ibadah khusus yang mengajarkan pengendalian diri dan kepatuhan penuh kepada Allah SWT.
Puasa melatih umat Islam untuk menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri, demi meraih ridha Allah.
Dalil Kewajiban Niat Puasa
Kewajiban niat puasa ditegaskan dalam beberapa hadis Nabi Muhammad SAW, di antaranya:
- “Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar subuh, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Ad-Daruquthni)
- “Tidak ada puasa bagi orang yang tidak meniatkan puasa semenjak malam.”
Hadis lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban juga menegaskan hal serupa:
- “Sesungguhnya niat (puasa) adalah pada malam hari, barangsiapa yang berbuka sebelum meniatkan (puasa) pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.”
Para ulama sepakat bahwa niat puasa Ramadan dilakukan pada malam hari, mulai setelah Maghrib hingga sebelum terbit fajar.
Bacaan Niat Puasa Ramadan
Berikut bacaan niat puasa Ramadan yang umum digunakan oleh umat Islam.
Latin:
Nawaitu shouma ghodin an adaai fardhi syahri Romadhoona hadzihis-sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Lafal ini dianjurkan untuk dibaca agar semakin meneguhkan niat. Namun, jika niat hanya diucapkan dalam hati tanpa dilafalkan, puasa tetap sah.
Kesimpulan
Doa menyambut Ramadan dan niat puasa merupakan bagian penting dalam persiapan ibadah Ramadan 1447 H/2026.
Dengan memahami makna doa dan niat puasa, umat Islam diharapkan dapat menjalani Ramadan dengan lebih khusyuk, tertib, dan penuh keikhlasan.
sumber: https://jatim.tribunnews.com/news/532810/doa-menyambut-bulan-ramadan-1447-h2026-dan-niat-puasanya




